Mamuju — Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Barat menggencarkan langkah percepatan Program Listrik Gratis bagi masyarakat kurang mampu dengan menggandeng Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (DiskominfoSS) Sulbar untuk mengembangkan aplikasi ketenagalistrikan mandiri berbasis digital.
Koordinasi lintas perangkat daerah ini dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Ketenagalistrikan Dinas ESDM Sulbar, Qamaruddin Kamil, didampingi Pejabat Fungsional Inspektur Ketenagalistrikan Farid Asyhadi serta staf Bidang Ketenagalistrikan Abdul Rahman. Kegiatan berlangsung di Kantor Dinas KominfoSS Sulbar, Selasa (3/2/2026), dan dihadiri jajaran teknis dari kedua instansi.
Langkah strategis tersebut menjadi bagian dari implementasi misi Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga, khususnya dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik dan akuntabel serta meningkatkan kualitas pelayanan dasar melalui inovasi birokrasi dan pelayanan publik berbasis digital.
Qamaruddin Kamil menegaskan, pengembangan aplikasi ketenagalistrikan mandiri ini merupakan tindak lanjut dari rencana inovasi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Dinas ESDM Sulbar, yang difokuskan untuk menopang pelaksanaan Program Listrik Gratis agar lebih transparan dan tepat sasaran.
“Aplikasi ini dirancang untuk mempermudah proses pengusulan dan perencanaan program, verifikasi data Rumah Tangga Sasaran (RTS), monitoring distribusi bantuan listrik gratis, hingga perhitungan Rasio Elektrifikasi (RE) secara real-time di seluruh wilayah Sulawesi Barat,” jelas Qamaruddin.
Ia mengungkapkan, saat ini Rasio Elektrifikasi (RE) PLN di Sulawesi Barat telah mencapai 90,97 persen. Namun demikian, masih terdapat sekitar 9 persen atau kurang lebih 36.000 rumah tangga yang belum menikmati aliran listrik PLN. Sebagian masyarakat masih bergantung pada sambungan listrik dari tetangga maupun pembangkit listrik mandiri seperti PLTS dan PLTMH.
“Data ini menjadi dasar penting bagi pemerintah daerah untuk melakukan intervensi kebijakan yang lebih terukur dan berbasis kebutuhan riil masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Barat, Bujaeramy Hassan, secara konsisten mendorong seluruh bidang di lingkungan Dinas ESDM Sulbar untuk melahirkan inovasi yang relevan dan aplikatif. Hal tersebut sejalan dengan penguatan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) guna meningkatkan kualitas layanan publik di sektor energi dan sumber daya mineral.
Melalui pengembangan aplikasi ketenagalistrikan mandiri ini, Dinas ESDM Sulbar optimistis Program Listrik Gratis dapat berjalan lebih efektif, terukur, transparan, dan tepat sasaran, sekaligus menjadi instrumen penting dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Barat.










