Isra’ Mi’raj di Masjid Merdeka, Pemkab Polman Dorong Wonomulyo Jadi Pusat Kaderisasi Ulama Mandiri dan Berjiwa Bisnis

- Jurnalis

Sabtu, 31 Januari 2026 - 22:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WONOMULYO, POLMAN – Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar (Pemkab Polman) menegaskan visi besarnya menjadikan Wonomulyo sebagai pusat pengkaderan ulama yang mandiri dan berjiwa bisnis. Komitmen tersebut disampaikan dalam peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang digelar khidmat di Masjid Merdeka Wonomulyo, Sabtu malam, 31 Januari 2026.

Mewakili Bupati Polewali Mandar, Staf Ahli Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan menegaskan bahwa momentum Isra’ Mi’raj tahun ini tidak hanya dimaknai sebagai peristiwa spiritual, tetapi juga sebagai titik balik pembangunan sumber daya manusia yang unggul secara keimanan sekaligus kuat secara ekonomi.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan, disampaikan bahwa Polewali Mandar memiliki sejarah panjang sebagai tanah para ulama besar, di antaranya K.H. Muhammad Tahir atau Imam Lapeo serta K.H. Daeng. Namun ke depan, penguatan peran ulama tidak boleh berhenti pada penguasaan ilmu agama semata.

“Kita ingin melahirkan generasi ulama yang utuh. Selain menguasai kitab kuning dan ilmu-ilmu keislaman, mereka juga harus memiliki jiwa kewirausahaan. Ulama yang mampu berbisnis adalah ulama yang mandiri, sehingga dakwahnya memiliki marwah, kekuatan, dan tidak mudah diintervensi,” tegas Staf Ahli saat menyampaikan pesan Bupati.

Pemkab Polman pun mendorong Masjid Merdeka Wonomulyo untuk dikembangkan sebagai pilot project pusat pengkaderan ulama di Sulawesi Barat dengan pendekatan multidimensi. Konsep ini dibangun di atas tiga pilar utama, yakni pendidikan literasi Islam melalui pendalaman kitab kuning dan ilmu alat, penguatan kemandirian ekonomi melalui inkubasi bisnis santri, serta pembentukan kepemimpinan umat yang mampu menjadi rujukan solusi atas persoalan sosial dan kemasyarakatan.

Menurut Pemkab, masjid tidak boleh lagi diposisikan sebatas tempat ibadah ritual, tetapi harus menjadi pusat peradaban umat. “Masjid harus hidup. Menjadi ruang lahirnya intelektual muslim yang moderat, produktif, dan mampu menjawab tantangan zaman. Inilah marwah yang ingin kita bangun,” lanjutnya.

Pemerintah Daerah berharap Masjid Merdeka Wonomulyo dapat tumbuh sebagai center of excellence, tempat bertemunya kekuatan ilmu agama dan kemandirian ekonomi umat secara beriringan dan berkelanjutan.

Peringatan Isra’ Mi’raj ini berlangsung penuh kekhusyukan dan dihadiri para alim ulama, pengurus Yayasan Masjid Merdeka, tokoh masyarakat, serta ratusan jemaah. Antusiasme jemaah mencerminkan dukungan kuat terhadap visi besar menjadikan Wonomulyo sebagai episentrum lahirnya kader ulama masa depan Tanah Mandar yang mandiri, berdaya saing, dan berjiwa bisnis.

Berita Terkait

Kecelakaan Kerja Maut di Polman, Petani 39 Tahun Meninggal Saat Bantu Tebang Pohon
Cium Bau Menyengat, Warga Campalagian Temukan Petani 75 Tahun Meninggal
Tragis! Anak 5 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Saluran Irigasi Mapilli Barat
Kebakaran 1 Hektare Lahan di Polman, Satgas Karhutla dan Warga Berjibaku Padamkan Api
Kebakaran Lahan di Beroangin, Damkar dan Satgas Karhutla Terkendala Medan
Enam Karung Kakao Hilang, URC dan Sat Intelkam Polres Polman Olah TKP di Kuajang
Panen Raya di Wonomulyo, Dandim Polman Dorong Produksi Padi Terus Ditingkatkan
Damkar Terguling di Tumpiling, Tujuh Orang Luka
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:29 WIB

Kecelakaan Kerja Maut di Polman, Petani 39 Tahun Meninggal Saat Bantu Tebang Pohon

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Cium Bau Menyengat, Warga Campalagian Temukan Petani 75 Tahun Meninggal

Senin, 14 September 2026 - 20:02 WIB

Tragis! Anak 5 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Saluran Irigasi Mapilli Barat

Minggu, 13 September 2026 - 23:19 WIB

Kebakaran 1 Hektare Lahan di Polman, Satgas Karhutla dan Warga Berjibaku Padamkan Api

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:35 WIB

Kebakaran Lahan di Beroangin, Damkar dan Satgas Karhutla Terkendala Medan

Berita Terbaru