Membuka Jalan Baru, Rutan Pasangkayu Gencar Berantas Buta Aksara Di Kalangan Warga Binaan

- Jurnalis

Selasa, 13 Agustus 2024 - 07:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Pasangkayu – Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Pasangkayu Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Barat gencar memerangi buta aksara dengan menyelenggarakan program pembelajaran membaca dan menulis bagi warga binaan. Kegiatan ini sebagai upaya untuk memberikan kesempatan kepada setiap warga binaan yang belum lancar membaca dan menulis agar dapat mengembangkan keterampilan literasi, Jum’at (24/11).

 

Program ini merupakan bentuk kepedulian Rutan Pasangkayu terhadap pemberdayaan warga binaan. Melalui pembelajaran membaca dan menulis, diharapkan setiap warga binaan dapat memperoleh keterampilan dasar yang akan membantu mereka dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk peluang pendidikan dan pekerjaan setelah menjalani masa tahanan.

 

Kepala Rutan Pasangkayu, Tisep Oven Harry menyampaikan pentingnya literasi dalam proses rehabilitasi. Ia menekankan bahwa setiap individu memiliki hak untuk memperoleh pendidikan, termasuk warga binaan di dalam rutan. Program ini juga diharapkan dapat memberikan motivasi dan dorongan bagi mereka untuk terus belajar. Rutan Pasangkayu berkomitmen untuk terus menyelenggarakan kegiatan pembelajaran yang bermanfaat dan mendukung perkembangan pribadi warga binaan.

 

“Berantas buta aksara adalah langkah awal yang sangat penting dalam mempersiapkan warga binaan untuk kembali ke masyarakat. Literasi memberikan kekuatan untuk mengubah hidup dan membuka pintu peluang baru,” ujar Tisep.

 

Sementara itu, secara terpisah, Kakanwil Kemenkumham Sulbar, Pramuji Raharja memberikan dukungan penuh terhadap upaya Rutan Pasangkayu dalam memberikan akses pendidikan kepada warga binaan.

 

“Melalui pembelajaran ini, diharapkan warga binaan dapat meningkatkan literasi mereka, membuka peluang baru, dan meraih masa depan yang lebih baik setelah menjalani masa tahanan,” tutup Pramuji.

Berita Terkait

Karhutla Mamuju-Mateng Jadi Sorotan, BPBD Sulbar Perkuat Koordinasi
BMKG Prediksi Musim Hujan Sulbar Mundur, BPBD Ingatkan Ancaman Karhutla hingga Banjir
Bukan Cuma Sapi, IB Kerbau Mulai Digenjot di Mamasa, Genetik Ternak Jadi Fokus
APBD Sulbar 2027 Terancam Tak Cukup, Junda Maulana: Ada Program Sulit Dipenuhi
7 Event Sulbar Masuk Seleksi KEN 2027, Festival Sandeq Jadi Andalan
Bapenda Sulbar Gandeng Ditlantas Polda, Bidik Potensi PKB Lewat Data NRKB
30 Nakes Sulbar Digembleng, Siap Hadapi Krisis Gizi Saat Bencana
52.329 Kasus ISPA di Sulbar, Balita dan Lansia Jadi Perhatian
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:47 WIB

Karhutla Mamuju-Mateng Jadi Sorotan, BPBD Sulbar Perkuat Koordinasi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:43 WIB

BMKG Prediksi Musim Hujan Sulbar Mundur, BPBD Ingatkan Ancaman Karhutla hingga Banjir

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Bukan Cuma Sapi, IB Kerbau Mulai Digenjot di Mamasa, Genetik Ternak Jadi Fokus

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:35 WIB

APBD Sulbar 2027 Terancam Tak Cukup, Junda Maulana: Ada Program Sulit Dipenuhi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 00:14 WIB

7 Event Sulbar Masuk Seleksi KEN 2027, Festival Sandeq Jadi Andalan

Berita Terbaru