Mamuju — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat kembali menegaskan komitmennya dalam merawat toleransi dan kebersamaan antarumat beragama. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana, mewakili Gubernur Sulbar Suhardi Duka, menghadiri Perayaan Natal Oikumene yang digelar Forum Komunikasi Gereja-Gereja Mamuju, Kamis, 8 Januari 2026.
Iklan Bersponsor Google
Perayaan Natal Oikumene tersebut berlangsung khidmat di Aula Marannu Polda Sulawesi Barat. Acara ini dihadiri unsur Forkopimda Sulbar, tokoh-tokoh agama lintas denominasi, serta jemaat gereja dari berbagai wilayah di Kabupaten Mamuju. Suasana penuh kekeluargaan dan persaudaraan mewarnai jalannya ibadah bersama tersebut.
Usai kegiatan, Junda Maulana menyampaikan bahwa kehadirannya merupakan bentuk nyata dukungan Pemerintah Provinsi Sulbar terhadap semangat persatuan, kebersamaan, dan toleransi antarumat beragama yang selama ini terus dijaga di Bumi Tanah Malaqbi.
“Malam ini saya mewakili Pak Gubernur menghadiri perayaan Natal Oikumene Forum Gereja-Gereja di Mamuju, Sulawesi Barat, yang dilaksanakan di Aula Marannu Polda Sulbar,” ujar Junda Maulana kepada awak media.
Menurutnya, perayaan Natal Oikumene tidak hanya menjadi agenda seremonial keagamaan, tetapi juga sarat dengan pesan-pesan moral dan nilai sosial yang sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. Tema Natal tahun ini, Allah hadir untuk menyelamatkan keluarga, dinilai memiliki makna mendalam dalam menjawab berbagai persoalan sosial.
Junda Maulana menekankan bahwa penguatan peran keluarga merupakan kunci utama dalam membangun masyarakat yang harmonis dan berkarakter. Ia mengutip pesan yang juga disampaikan Kapolda Sulbar dalam kegiatan tersebut, bahwa banyak persoalan sosial berawal dari lemahnya pembinaan dalam lingkungan keluarga.
“Seperti yang disampaikan Pak Kapolda tadi, di era sekarang memang diperlukan pembinaan keluarga yang lebih kuat. Banyak persoalan sosial berawal dari anak-anak yang kurang mendapatkan perhatian dalam keluarga,” jelasnya.
Ia menegaskan, orang tua memiliki peran sentral dalam membentuk karakter generasi muda melalui perhatian, kasih sayang, serta pendidikan moral sejak dini. Menurutnya, keluarga adalah fondasi utama lahirnya kedamaian di tengah masyarakat.
“Dari keluarga lahir kedamaian. Jika keluarga damai, maka akan tercipta kedamaian di Sulawesi Barat, bahkan di Indonesia secara umum,” tutur Junda Maulana.
Lebih lanjut, Junda berharap momentum Natal Oikumene ini dapat menjadi perekat persaudaraan antarumat beragama, sekaligus memperkuat nilai-nilai toleransi yang selama ini menjadi kekuatan Sulawesi Barat. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kerukunan, stabilitas, dan kedamaian daerah demi mendukung pembangunan yang berkelanjutan.
Perayaan Natal Oikumene Forum Gereja-Gereja Mamuju ini pun ditutup dengan doa bersama, sebagai simbol harapan akan Sulawesi Barat yang aman, rukun, dan sejahtera di bawah semangat persaudaraan lintas iman.
Iklan Google AdSense










