JAKARTA — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) tancap gas memperjuangkan pemerataan akses internet hingga ke pelosok. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (KominfoSS) Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar, secara langsung menemui Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Infrastruktur BAKTI Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Darien Aldiano, di Kantor BAKTI Komdigi, Gedung Centennial Tower, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta, Senin, 2 Februari 2026.
Langkah jemput bola ini menjadi sinyal kuat keseriusan Pemprov Sulbar dalam mendorong percepatan pembangunan infrastruktur telekomunikasi, sekaligus memastikan pemerataan layanan internet di wilayah yang selama ini masih mengalami keterbatasan konektivitas, terutama daerah pedalaman dan terpencil.
Muhammad Ridwan Djafar menegaskan, koordinasi dengan BAKTI Komdigi merupakan bagian dari strategi besar Pemprov Sulbar untuk mengejar ketertinggalan akses digital. Menurutnya, internet kini bukan sekadar kebutuhan tambahan, melainkan kebutuhan dasar yang berpengaruh langsung terhadap pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Pemprov Sulbar berkomitmen penuh mempercepat pemerataan akses internet. Koordinasi ini penting agar program pusat dan daerah bisa berjalan selaras, tepat sasaran, dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ujar Ridwan.
Dalam pertemuan tersebut, turut dibahas bantuan layanan internet tahun 2026. Hingga kini, program bantuan tersebut belum ditetapkan secara nasional karena masih berada pada tahap analisis dan penyesuaian kebijakan di tingkat pusat. Meski demikian, BAKTI Komdigi tetap meminta pemerintah daerah untuk aktif mengusulkan lokasi prioritas (spot) sesuai mekanisme dan prosedur yang berlaku.
Ridwan menilai hal ini sebagai peluang yang harus dimaksimalkan. Dinas KominfoSS Sulbar, kata dia, akan segera memetakan titik-titik prioritas yang membutuhkan dukungan konektivitas, khususnya fasilitas pelayanan publik, sekolah, puskesmas, dan wilayah dengan blank spot internet.
Selain bantuan internet, agenda strategis lainnya yang dibahas adalah rencana pembangunan BTS seluler tahun 2026. Saat ini, BAKTI Komdigi masih melakukan kajian bersama para penyedia layanan telekomunikasi untuk menentukan wilayah prioritas pembangunan menara BTS baru.
“Provinsi Sulawesi Barat dinilai memiliki peluang untuk mendapatkan bantuan BTS seluler baru, sejalan dengan agenda nasional pemerataan jaringan telekomunikasi,” ungkap Ridwan.
Ia optimistis, dengan dukungan data dan usulan yang komprehensif dari pemerintah daerah, Sulbar bisa menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian serius dalam program pembangunan BTS 2026. Kehadiran BTS baru diharapkan mampu mengatasi kesenjangan digital yang masih dirasakan masyarakat di wilayah terpencil.
Tak hanya fokus pada program mendatang, pertemuan tersebut juga mengevaluasi progres bantuan internet tahun 2025 untuk Provinsi Sulawesi Barat. Program ini menyasar 171 titik layanan yang tersebar di enam kabupaten di Sulbar. Bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil pertemuan antara Gubernur Sulbar Suhardi Duka dengan Direktur Utama BAKTI pada September 2025 lalu.
Ridwan menyampaikan, progres pelaksanaan program berjalan sesuai rencana dan ditargetkan tuntas pada Maret 2026. Pemerintah daerah terus melakukan pemantauan agar bantuan internet benar-benar berfungsi optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Program ini bukan sekadar pemasangan jaringan, tapi bagaimana internet itu bisa digunakan secara maksimal untuk meningkatkan kualitas layanan publik dan kesejahteraan warga,” pungkasnya.
Melalui penguatan sinergi dengan pemerintah pusat dan para pemangku kepentingan, Dinas KominfoSS Sulbar menegaskan komitmennya untuk terus mendorong perluasan akses internet dan layanan telekomunikasi yang merata, inklusif, dan berkelanjutan hingga ke pelosok Sulawesi Barat.










