Sulbar Gaspol Tekan Stunting: Lokakarya Mini di Puskesmas Jadi Senjata Ampuh

- Jurnalis

Kamis, 11 September 2025 - 11:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mamuju – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) terus tancap gas mempercepat penanganan stunting dan memperkuat layanan kesehatan dasar melalui pendampingan intensif di lokus Pasti Padu. Salah satu strategi yang kini dioptimalkan adalah pelaksanaan Lokakarya Mini Program secara rutin di Puskesmas.

Langkah ini menjadi bagian dari implementasi Quick Wins Sulbar Sehat yang digagas Gubernur Suhardi Duka bersama Wakil Gubernur Salim S Mengga. Terbaru, Lokakarya Mini berlangsung di Puskesmas Tampapadang, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Rabu (10/9/2025).

Kegiatan tersebut dihadiri Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Mamuju, Dewi Sundari, beserta jajaran pengelola program lintas bidang. Hadir pula tim Dinas Kesehatan Provinsi Sulbar yang mendampingi secara teknis, sekaligus memperkuat implementasi di lapangan.

“Lokakarya Mini bukan sekadar forum rapat, melainkan wadah koordinasi untuk memastikan semua program berjalan selaras, khususnya dalam penanganan stunting di wilayah lokus. Dengan sinergi, intervensi bisa lebih terarah dan tepat sasaran,” tegas Dewi Sundari.

Plt. Kadinkes Provinsi Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, menekankan pentingnya forum ini sebagai garda terdepan memastikan Quick Wins berjalan sesuai sembilan indikator yang ditetapkan. Menurutnya, penguatan layanan dasar dan penanganan stunting adalah prioritas utama dalam mewujudkan visi Sulbar Maju dan Sejahtera.

“Lokakarya Mini harus menjadi pusat kendali yang mendorong partisipasi lintas sektor, mulai dari desa, PKK, kader posyandu, hingga tokoh masyarakat. Inilah wujud nyata membangun SDM unggul dan berkarakter,” jelas dr. Nursyamsi.

Dalam kegiatan di Puskesmas Tampapadang, peserta yang terlibat berasal dari berbagai unsur, seperti pengelola program gizi, KIA, penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan surveilans. Kolaborasi ini diharapkan melahirkan pola kerja konsisten untuk memastikan seluruh indikator kesehatan tercapai.

Dinas Kesehatan Sulbar memastikan pendampingan dan evaluasi di setiap Puskesmas lokus akan terus dilakukan. “Pendampingan ini bukan sekadar agenda formal, tetapi gerakan nyata untuk menurunkan prevalensi stunting dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat,” pungkas dr. Nursyamsi.

Dengan penguatan berkelanjutan melalui Lokakarya Mini, Sulbar optimistis target penurunan stunting tercapai sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan dasar masyarakat di daerah.

Berita Terkait

Satpol PP Sulbar Sisir 16 Toko di Mamuju, Peredaran Rokok Ilegal Diawasi Ketat
Mulai 25 Oktober, Wings Air Terbang Pagi dari Mamuju, Koneksi ke Makassar Makin Mudah
PAW Anggota DPRD Pasangkayu Dibahas, Biro Kesra Sulbar Pastikan Proses Sesuai Aturan
Biro Pemkesra Sulbar Gembleng 60 Pemuda Masjid, Perkuat Mental dan Spiritual Generasi Muda
Bapenda Sulbar Gandeng Bank Sulselbar, ASN Kini Punya Opsi Kredit untuk Bayar Pajak Kendaraan
Sulbar Tembus 6 Besar Nasional Digitalisasi Perlinsos, 73.230 KK Sudah Terdata
Bapenda Sulbar Gencarkan Pengawasan Rokok Ilegal, Pedagang Diimbau Waspada!
Lawan Penipuan Digital, Pemprov Sulbar Luncurkan Scam Ready ASEAN!
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:24 WIB

Satpol PP Sulbar Sisir 16 Toko di Mamuju, Peredaran Rokok Ilegal Diawasi Ketat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Mulai 25 Oktober, Wings Air Terbang Pagi dari Mamuju, Koneksi ke Makassar Makin Mudah

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:02 WIB

PAW Anggota DPRD Pasangkayu Dibahas, Biro Kesra Sulbar Pastikan Proses Sesuai Aturan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:59 WIB

Biro Pemkesra Sulbar Gembleng 60 Pemuda Masjid, Perkuat Mental dan Spiritual Generasi Muda

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:38 WIB

Bapenda Sulbar Gandeng Bank Sulselbar, ASN Kini Punya Opsi Kredit untuk Bayar Pajak Kendaraan

Berita Terbaru