Sulbar Gencarkan Gerakan Pangan Murah, Inflasi Berangsur Terkendali

- Jurnalis

Senin, 8 September 2025 - 17:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mamuju – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat (Sulbar) melalui Dinas Ketahanan Pangan kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM), Senin 8 September 2025. Langkah ini merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK) bersama Wakil Gubernur Salim S Mengga dalam menjaga stabilitas inflasi daerah.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Sulbar, Abdul Waris Bestari, menyebutkan GPM menjadi strategi untuk mendekatkan pasar ke masyarakat.

“Kami bekerjasama dengan Bulog dan Bank Indonesia dalam pelaksanaan pasar murah ini. Tujuannya jelas, yakni stabilisasi harga komoditas pangan yang terdampak inflasi,” ungkap Waris.

Ia menambahkan, arahan Gubernur menekankan agar pasar murah terus digencarkan agar daya beli masyarakat terjaga dan harga komoditas tetap terkendali.

Hasilnya mulai terlihat. Sulbar berhasil memperbaiki posisi pengendalian inflasi, dari sebelumnya di urutan 36 dari 38 provinsi, kini naik ke posisi 30 nasional.

Meski harga beras masih mengalami kenaikan dalam lima bulan terakhir, tren penurunan secara bertahap sudah terjadi. Waris menjelaskan, beras medium turun sekitar 5 persen, sementara beras premium juga mulai terkoreksi. Penurunan ini dipengaruhi distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Bulog.

“Beras SPHP tidak hanya disalurkan melalui pasar dan RPK binaan Bulog, tetapi juga dibantu aparat kepolisian hingga TNI agar bisa menjangkau desa-desa. Harapan kita, dengan target penyaluran 1,3 juta ton hingga Desember, harga beras bisa terus menurun,” tambahnya.

Ketersediaan stok beras di gudang Bulog juga dinilai aman. Di Kabupaten Polewali Mandar tersedia sekitar 19.000 ton, sementara gudang Bulog Mamuju menyimpan lebih dari 4 juta ton.

Selain beras, harga komoditas lain seperti bawang dan cabai terpantau stabil, meski telur sempat mengalami kenaikan akibat momentum Maulid Nabi. Namun, melalui GPM, masyarakat tetap mendapat harga lebih murah dibanding pasar.

“Ada dispensasi harga, misalnya beras medium bisa turun 20–30 persen dari harga pasar, begitu juga dengan telur,” jelas Waris.

Pemprov Sulbar berharap GPM terus memberi dampak positif dalam mengendalikan inflasi sekaligus meringankan beban masyarakat.

Berita Terkait

Satpol PP Sulbar Sisir 16 Toko di Mamuju, Peredaran Rokok Ilegal Diawasi Ketat
Mulai 25 Oktober, Wings Air Terbang Pagi dari Mamuju, Koneksi ke Makassar Makin Mudah
PAW Anggota DPRD Pasangkayu Dibahas, Biro Kesra Sulbar Pastikan Proses Sesuai Aturan
Biro Pemkesra Sulbar Gembleng 60 Pemuda Masjid, Perkuat Mental dan Spiritual Generasi Muda
Bapenda Sulbar Gandeng Bank Sulselbar, ASN Kini Punya Opsi Kredit untuk Bayar Pajak Kendaraan
Sulbar Tembus 6 Besar Nasional Digitalisasi Perlinsos, 73.230 KK Sudah Terdata
Bapenda Sulbar Gencarkan Pengawasan Rokok Ilegal, Pedagang Diimbau Waspada!
Lawan Penipuan Digital, Pemprov Sulbar Luncurkan Scam Ready ASEAN!
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:24 WIB

Satpol PP Sulbar Sisir 16 Toko di Mamuju, Peredaran Rokok Ilegal Diawasi Ketat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Mulai 25 Oktober, Wings Air Terbang Pagi dari Mamuju, Koneksi ke Makassar Makin Mudah

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:02 WIB

PAW Anggota DPRD Pasangkayu Dibahas, Biro Kesra Sulbar Pastikan Proses Sesuai Aturan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:59 WIB

Biro Pemkesra Sulbar Gembleng 60 Pemuda Masjid, Perkuat Mental dan Spiritual Generasi Muda

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:38 WIB

Bapenda Sulbar Gandeng Bank Sulselbar, ASN Kini Punya Opsi Kredit untuk Bayar Pajak Kendaraan

Berita Terbaru