TB, DBD dan HIV Jadi Perhatian, DKPPKB Sulbar Gandeng DPRD Perkuat Pencegahan

- Jurnalis

Jumat, 16 Oktober 2026 - 00:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAMUJU – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menular melalui kegiatan sosialisasi di Kabupaten Mamuju. Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan pengetahuan tenaga kesehatan dalam menghadapi tantangan penanganan tuberkulosis (TB), demam berdarah dengue (DBD), dan HIV.

Sosialisasi tersebut melibatkan Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Barat, Sitti Suraidah Suhardi, serta Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2PKL) DKPPKB Sulbar, dr. Muh Ihwan. Keterlibatan unsur legislatif dan pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat koordinasi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.

Tingginya beban penyakit menular, khususnya TB, DBD, dan HIV di Kabupaten Mamuju, menjadi perhatian yang membutuhkan penanganan secara terencana dan berkelanjutan. Selain penguatan pelayanan kesehatan, upaya pencegahan juga memerlukan edukasi yang tepat, deteksi dini, serta keterlibatan aktif masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, Sitti Suraidah Suhardi hadir sebagai narasumber untuk memberikan edukasi kepada tenaga kesehatan mengenai pentingnya penanggulangan penyakit menular. Peran DPRD diharapkan dapat turut mendorong perhatian terhadap persoalan kesehatan masyarakat serta memperkuat dukungan lintas sektor dalam pelaksanaan program pencegahan dan pengendalian penyakit.

Sementara itu, DKPPKB Sulbar terus mendorong peningkatan kapasitas tenaga kesehatan agar mampu menjalankan upaya pencegahan, deteksi dini, penanganan sesuai standar, hingga tindak lanjut terhadap kasus penyakit menular yang ditemukan di fasilitas pelayanan kesehatan.

Penanganan ketiga penyakit tersebut membutuhkan pendekatan yang berbeda sesuai karakteristik masing-masing. Pengendalian TB dilakukan melalui penemuan kasus, pemeriksaan, dan pengobatan yang tepat. Pencegahan DBD diperkuat melalui pemberantasan sarang nyamuk serta pengendalian faktor risiko di lingkungan masyarakat.

Adapun penanggulangan HIV memerlukan perluasan akses pemeriksaan, pendampingan, dan pengobatan, dengan tetap menjaga kerahasiaan pasien serta mencegah stigma dan diskriminasi. Edukasi yang benar menjadi salah satu langkah penting agar masyarakat memahami cara pencegahan dan tidak memberikan penilaian keliru terhadap orang yang hidup dengan HIV.

Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menyatakan bahwa sosialisasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan tenaga kesehatan sekaligus mendukung pelaksanaan program pencegahan dan pengendalian penyakit di fasilitas pelayanan kesehatan.

Peningkatan kapasitas tenaga kesehatan juga diharapkan berdampak pada kualitas informasi yang disampaikan kepada masyarakat, sehingga upaya pencegahan dapat dilakukan sejak dini dan penanganan kasus menjadi lebih optimal.

Kegiatan ini sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan mewujudkan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter melalui visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera.

DKPPKB Sulbar berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, tenaga kesehatan, dan masyarakat terus diperkuat agar upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menular di Sulawesi Barat berjalan lebih efektif.

Melalui sinergi tersebut, penanggulangan TB, DBD, dan HIV diharapkan tidak hanya berfokus pada penanganan kasus, tetapi juga pada peningkatan kesadaran masyarakat, penguatan pencegahan, dan perluasan akses terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas.

Berita Terkait

Pemprov Sulbar dan Sulteng Bahas Batas Pasangkayu-Donggala, Kepastian Wilayah Dikebut
Komisi III DPRD Sulbar Telusuri Sengketa Lahan Sawit di Pasangkayu, Legalitas Dipertanyakan
ASN Pemprov Sulbar Terjerat Kasus Narkoba, Junda Maulana Tegaskan Sanksi
CTPS Sedunia 2026 di Mamuju, DKPPKB Sulbar Ajak Siswa Jadi Pahlawan Cuci Tangan
Suraidah Suhardi Apresiasi Senter KIM di Mamasa, Literasi Digital Kian Berkembang
BPKAD Sulbar Luncurkan KLIK CAIR, Pencairan Dana Kini Ditargetkan Maksimal 3 Jam
Pemprov Sulbar Luncurkan E-Monev 2026, Keterbukaan Informasi Badan Publik Kini Dipantau Digital
BKPSDM Sulbar Perkuat Kompetensi Satpol PP, Teknik Advokasi Perda Jadi Sorotan
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 00:48 WIB

TB, DBD dan HIV Jadi Perhatian, DKPPKB Sulbar Gandeng DPRD Perkuat Pencegahan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 00:45 WIB

Pemprov Sulbar dan Sulteng Bahas Batas Pasangkayu-Donggala, Kepastian Wilayah Dikebut

Jumat, 16 Oktober 2026 - 00:42 WIB

Komisi III DPRD Sulbar Telusuri Sengketa Lahan Sawit di Pasangkayu, Legalitas Dipertanyakan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:56 WIB

ASN Pemprov Sulbar Terjerat Kasus Narkoba, Junda Maulana Tegaskan Sanksi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:49 WIB

Suraidah Suhardi Apresiasi Senter KIM di Mamasa, Literasi Digital Kian Berkembang

Berita Terbaru