Polewali Mandar — Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar bergerak cepat merespons keprihatinan publik atas kondisi rumah tidak layak huni yang ditempati keluarga Bayi Annisa. Melalui Dinas Perumahan Rakyat, Pemkab Polman melakukan verifikasi lapangan sebagai bahan usulan calon penerima bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Dusun Lamimmisan, Desa Baru, Kecamatan Luyo.
Kegiatan verifikasi lapangan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Perumahan Rakyat, Emmy Ria Tahang, bersama tim teknis yang terdiri dari Nurdaris Prawira Negara, ST., MM., Sapri, S.IP., dan Nursiah, S.Sos. Proses pendataan turut didampingi pemerintah desa setempat guna memastikan keakuratan data dan kondisi riil di lapangan.
Langkah cepat ini dilakukan atas perintah langsung Bupati Polewali Mandar, H. Samsul Mahmud, sebagai wujud kepedulian pemerintah daerah terhadap keluarga Bayi Annisa yang sempat viral di media sosial akibat kondisi tempat tinggal yang dinilai sangat memprihatinkan dan jauh dari standar hunian layak.
Kabid Perumahan Rakyat, Emmy Ria Tahang, menjelaskan bahwa verifikasi tersebut merupakan tahapan awal dalam proses pengusulan bantuan RTLH, sekaligus memastikan rumah Nenek Annisa memenuhi kriteria sebagai penerima bantuan.
“Untuk sementara kami lakukan verifikasi sebagai bahan usulan. Hasil pendataan di lapangan ini akan menjadi dasar dalam proses penetapan calon penerima bantuan RTLH,” ujarnya.
Tidak hanya fokus pada perbaikan rumah, perhatian Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar juga menyentuh aspek kebutuhan dasar keluarga tersebut. Bupati Polman disebut telah menginstruksikan agar dilakukan perbaikan sumur serta fasilitas MCK, guna meningkatkan kualitas kesehatan, kebersihan, dan sanitasi lingkungan keluarga Bayi Annisa.
Langkah cepat dan responsif ini menegaskan komitmen Pemkab Polewali Mandar dalam merespons isu sosial secara sigap, sekaligus memastikan setiap program bantuan benar-benar tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan.
Pemerintah daerah berharap, melalui proses verifikasi ini, keluarga Bayi Annisa dapat segera memperoleh bantuan yang layak, sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup dan hunian yang lebih manusiawi.










