Sengkang – Sejumlah Lembaga Aktivis di Kabupaten Wajo menyorot dan mempertanyakan pengelolaan anggaran lingkup Dinkes Wajo dan RS Siwa Kecamatan Pitumpanua yang jumlahnya capai puluhan milyaran.
Iklan Bersponsor Google
Baik itu mulai dari anggaran pengelolaan bantuan operasional kesehatan (BOK), Alkes, pengadaan obat obatan generik dan sejumlah paket pekerjaan pelaksanaan proyek pembangunan gedung lingkup RS Siwa yang diindikasi dikerjajakan dan dikuasai oleh salah satu oknum keluarga pejabat di Wajo.
Ketua Lembaga Badan Pemantau Dan Kebijkan Publik (BPKP) Wajo, Andi Sumitro dan A.Syamsu Alam Ketua LSM Kibar Indonesia Kabupaten Wajo didampingi Germawanto bagian investigasi LSM Kibar Indonesia yang secara bersamaan disalah satu cafe dikota Sengkang Kecamatan Tempe Kabupaten Wajo mengungkapkan hal tersebut dihadapan awak media ini dan mengatakan kalau pengelolaan anggaran untuk lingkup Dinkes Wajo dan RS Siwa sangat patut dipertanyakan dan disorot bahkan disoal.
Betapa tidak selain keterbukaan dan transparansi akses publik untuk keterbukaan soal pengelolaan anggaran tersebut sangat tertutup dan kesan ditutupi padahal nilainya cukup fantastis dan capai puluhan milyar dari tahun ke tahun.Baik itu untuk anggaran Dinkes seperti BOK, Pengadaan obat obatan generik, alkes dan sejumlah pelaksanan pekerjaan proyek pembangunan sejumlah gedung seperti, pembangunan gedung ruang isolasi covid19 di RS Siwa tahun 2020 lalu, rencana pembangunan koridor akses jalan gedung isolasi covid19 RS Siwa tahun 2021 serta pembangunan gedung perawatan anak anggaran tahun 2021 yang ditaksir capai Rp 3 milyaran.
“Pengelolaan anggaran ini perlu diperjelas dan diketahui serta transparansinya untuk mencegah adanya indikasi yang merugikan uang negara yang bisa menimbulkan unsur korupsi”.Pungkas Andi Sumitro dan diamini A.Syamsu Alam serta Germawanto
Selain itu mereka pun, para aktivis Wajo inipun mencium adanya praktek praktek atau dugaan permainan dalam proses tersebut yang kabarnya kalau pelaksanaan pekerjaan sejumlah proyek tersebut ditengarai dikuasai oleh salah satu oknum keluarga pejabat di salah satu instansi Pemerintahan Wajo.
“Kabar dan isu isu ini telah kami ketahui dan kantongi baik nama nama dan sejumlah bukti lainya dan ini kami sementara kumpul dan rampungkan bahkan kami aktivis di Wajo berencana akan melaporkan ke penegak hukum baik tingkat Polres atau Polda serta pusat atau Kejari Sengkang, Kejati dan Kejagung”.Tegasnya
Sementara Direktur RS Siwa, Dr Gusaidi yang dikonfirmasi awak media ini mengaku tidak terlalu tahu dan paham soal anggaran sebelumnya sampai tahun anggaran 2020, pasalnya Ia mengakui baru menjabat ditahun 2021 ini sebagai Direktur RS Siwa mungkin kalau soal tahun anggaran sebelumnya itu yang tau sama pejabat lama direktur.
“Maaf pak kami kurang tahu soal anggaran tersebut baik alkes ataupun kegiatan anggaran pelaksanaan pekerjaan untuk proyek pembangunan gedung bangunan isolasi covid19 tahun 2020 lalu karena saya belum menjabat pak direktur RS Siwa saat itu”.Katanya
Disinggung soal untuk anggaran untuk rencana pelaksanaan proyek pembangunan koridor akses jalan menuju ruang gedung covid19 dan pembangunan gedung perawatan anak itu untuk tahun anggaran 2021 ini, itu kisaran Rp 3 milliaran dan kalau tidak salah alkesnya juga begitu.Ucapnya tanpa menjawab lagi lebih jauh terkait hal lain baik itu perencanaan pembangunan soal gedung isolasi covid dan juga soal pelaksana rekanan kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut.
Seperti diketahui dari hasil penelusuran dan investigasi yang dilakukan lembaga BPKP dan LSM Kibar Indonesia Wajo serta hasil kroscek dilapangan didapatkan info kalau Anggaran BOK Dinkes Wajo yakni pada 2018 senilai Rp17 milliar lebih, 2019 Rp20 milliar lebih, 2020 Rp19 milliar lebih, dan pada 2021 Rp21 miliar, sedang untuk anggaran proyek gedung isolsi covid19 RS Siwa tahun 2020 lalu sekitar 1 milliar lebih dan untuk anggaran tahun 2021 untuk rencana pembangunan proyek koridor akses jalan fasien keruang gedung covid19 serta gedung perawatan anak RS Siwa sekitar 3 milliaran dan alkes tahun 2020/2021 sekitaran 3 milliaran, bahkan ditemukan info dan isu isu dari berbagai kalangan kalau diduga atau diindikasi kuat dilaksanakan dan dikuasai salah satu oknum kerabat yang menjabat di Wajo .
Terpisah Kadiskes Pemkab Wajo, Dr Armin yang dimana juga diketahui kalau merupakan pejabat direktur Sebelumnya di RS Siwa Pitumpanua hingga saat ini belum berhasil dan masih sulit untuk ditemui baik itu Dikantor Dinkes Wajo dan juga melalui sambungan seluler telepon, bahkan nomor awak media ini telah blokir dan tidak bisa lagi dihubungi via watssapnya baik chat maupun telepon untuk mendapatkan jawaban dan konfirmasi atau kalrifikasi tanggapan seputar hal tersebut diatas.
Iklan Google AdSense