POLMAN, RAKYATTA – Suasana tenang di Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), mendadak heboh usai tim Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulawesi Barat melakukan penggerebekan mengejutkan, Minggu (25/5/2025). Di balik tembok sebuah gudang pupuk, polisi menemukan praktik penyimpanan dan distribusi oli palsu dalam skala besar yang diduga kuat bagian dari jaringan perdagangan ilegal lintas daerah.
Operasi senyap yang dipimpin langsung oleh Direktur Reskrimsus Polda Sulbar, AKBP Prof. Dr. Saprodin, SH, MH, ini berhasil mengamankan tiga truk penuh barang bukti berupa ribuan dus oli ilegal. Label yang tertera pada kemasan menyerupai produk asli, namun isinya jauh dari standar nasional dan tanpa segel resmi. Produk-produk ini sangat berbahaya bagi kendaraan serta merugikan konsumen.
“Ini hasil dari penyelidikan mendalam selama dua bulan oleh tim Subdit Indagsi. Kami menduga ada jaringan distribusi besar di balik peredaran oli palsu ini,” ungkap AKBP Prof. Dr. Saprodin di lokasi penggerebekan.
Rincian temuan mencengangkan: truk pertama membawa 557 dus, truk kedua 359 dus, dan truk ketiga 327 dus. Tak hanya itu, polisi juga mengungkap masih ada sekitar 500 dus lain yang belum diangkut dari dalam gudang dan akan dibawa sebagai barang bukti pada hari berikutnya.
Saat ini, polisi tengah memeriksa intensif pemilik gudang dan menelusuri keterlibatan pihak lain. Jalur distribusi dan kemungkinan adanya oknum yang terlibat pun tak luput dari penyidikan.
Di lokasi penggerebekan, Kasubdit Indagsi, AKBP Ivan Wahyudi, SH, SIK, turut menegaskan bahwa Polda Sulbar tidak akan memberi ruang bagi peredaran barang ilegal. “Kami tegaskan, tidak ada toleransi bagi pelaku usaha nakal. Ini bukan hanya merusak ekonomi lokal, tapi juga membahayakan keselamatan masyarakat,” katanya.
Penggerebekan ini menjadi tamparan keras bagi pelaku bisnis ilegal di Sulawesi Barat. Polda Sulbar berjanji akan terus mengusut kasus ini hingga ke akar-akarnya demi menegakkan hukum dan melindungi hak konsumen.
Penulis : Aco Mappinawang










