OPINI – Ketika melihat sosok polisi berseragam di jalan, sebagian masyarakat sering kali hanya menilai dari sisi formal: aparat penegak hukum yang tegas, berwibawa, dan identik dengan aturan. Namun, di balik seragam cokelat itu, mereka tetaplah manusia biasa yang punya hati, rasa, dan kepedulian yang tulus kepada sesama.
Iklan Bersponsor Google
Polisi bukan hanya sebatas simbol kekuasaan dan kewenangan, melainkan juga pengabdian tanpa pamrih. Banyak kisah sederhana yang jarang terekspos, seperti seorang polisi yang rela menggendong anak kecil menyeberang jalan, mengantar ibu hamil ke rumah sakit, atau menyisihkan gajinya untuk membantu warga yang membutuhkan. Inilah sisi kemanusiaan yang kerap luput dari sorotan publik.
Sering kali polisi hanya dikenal ketika melakukan penindakan hukum, operasi lalu lintas, atau saat menangani kasus kriminal. Padahal, di luar itu ada pengabdian sunyi yang tak pernah terekam kamera. Mereka meninggalkan keluarga demi menjaga keamanan saat bencana, tak jarang mengorbankan nyawa di medan tugas, dan tetap berusaha tersenyum meski dihadapkan pada tekanan pekerjaan.
Pandangan masyarakat terhadap polisi sesungguhnya bisa berubah jika lebih banyak membuka mata pada sisi humanis mereka. Polisi juga manusia, yang bisa lelah, lapar, dan rindu rumah. Namun dedikasi membuat mereka memilih untuk berdiri di garda terdepan demi terciptanya rasa aman bagi masyarakat.
Oleh karena itu, penting bagi publik untuk tidak hanya menilai dari sisi negatif atau satu-dua kesalahan oknum. Apresiasi sepatutnya diberikan kepada ribuan polisi yang setiap hari bekerja dengan sepenuh hati. Membangun kepercayaan bukan hanya tanggung jawab polisi kepada rakyat, melainkan juga rakyat kepada polisi.
Polisi yang humanis dan masyarakat yang menghargai akan melahirkan hubungan yang harmonis. Di situlah letak makna pengabdian sejati: bahwa seragam bukan sekadar lambang, melainkan jembatan antara ketegasan hukum dan ketulusan hati. Polisi juga manusia, dan di balik pengabdian mereka, tersimpan niat tulus menjaga negeri.
Oleh: A Rudi Fathir
Pemerhati Media
Iklan Google AdSense