26 Siswa Keracunan Makanan di Tapalang, Dinkes Sulbar Tetapkan KLB

- Jurnalis

Kamis, 25 September 2025 - 17:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAMUJU – Sebanyak 26 siswa SD dan SMP di Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, mengalami keracunan makanan pada Rabu (24/9/2025). Dinas Kesehatan Sulawesi Barat (Sulbar) menetapkan kasus ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Hingga Kamis (25/9) pukul 09.30 WITA, tercatat 7 siswa masih menjalani perawatan di Puskesmas Tapalang, 2 siswa dirujuk ke RSUD Mamuju dan RS Punggawa Malolo, sementara 17 siswa lainnya sudah dinyatakan pulih dan dipulangkan. Meski jumlah korban cukup banyak, peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa.

Insiden bermula saat para siswa menyantap nasi kotak dari Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) sekitar pukul 10.00 WITA. Tak lama setelah itu, sekitar pukul 11.00 WITA, mereka mulai mengeluhkan gejala mual, muntah, sakit perut, pusing, hingga lemas. Bahkan sebagian mengalami sesak napas dan nyeri dada. Pada pukul 11.30 WITA, kondisi sejumlah siswa semakin parah sehingga langsung dilarikan ke Puskesmas Tapalang.

Tenaga kesehatan segera memberikan penanganan darurat berupa pemasangan infus, pemberian oksigen, hingga terapi suportif. Tim Gerak Cepat (TGC) Dinas Kesehatan Sulbar bersama Dinkes Mamuju juga turun langsung melakukan investigasi epidemiologi dan mengambil sampel makanan di sekolah maupun dapur MBG. Seluruh sampel telah dikirim ke BPOM untuk uji laboratorium.

Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, menegaskan bahwa keselamatan siswa adalah prioritas utama.
“Pemerintah tidak akan menoleransi kelalaian dalam penyediaan makanan di sekolah. Investigasi ini harus tuntas demi menjamin keamanan pangan anak-anak kita,” tegasnya.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, memastikan seluruh pasien mendapat perhatian penuh.
“Kami bersama BPOM masih menunggu hasil laboratorium untuk memastikan penyebab keracunan. Fokus kami saat ini adalah penanganan pasien dan memperketat pengawasan makanan di sekolah,” jelasnya.

Dinas Kesehatan Sulbar mengimbau seluruh sekolah dan penyedia katering agar meningkatkan standar kebersihan serta keamanan pangan. Langkah ini dinilai krusial untuk mencegah kasus keracunan makanan terulang kembali di kemudian hari.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat dalam program makan bergizi gratis, demi menjamin anak-anak tetap sehat, aman, dan terlindungi di lingkungan sekolah.

Berita Terkait

Satpol PP Sulbar Sisir 16 Toko di Mamuju, Peredaran Rokok Ilegal Diawasi Ketat
Mulai 25 Oktober, Wings Air Terbang Pagi dari Mamuju, Koneksi ke Makassar Makin Mudah
PAW Anggota DPRD Pasangkayu Dibahas, Biro Kesra Sulbar Pastikan Proses Sesuai Aturan
Biro Pemkesra Sulbar Gembleng 60 Pemuda Masjid, Perkuat Mental dan Spiritual Generasi Muda
Bapenda Sulbar Gandeng Bank Sulselbar, ASN Kini Punya Opsi Kredit untuk Bayar Pajak Kendaraan
Sulbar Tembus 6 Besar Nasional Digitalisasi Perlinsos, 73.230 KK Sudah Terdata
Bapenda Sulbar Gencarkan Pengawasan Rokok Ilegal, Pedagang Diimbau Waspada!
Lawan Penipuan Digital, Pemprov Sulbar Luncurkan Scam Ready ASEAN!
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:24 WIB

Satpol PP Sulbar Sisir 16 Toko di Mamuju, Peredaran Rokok Ilegal Diawasi Ketat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Mulai 25 Oktober, Wings Air Terbang Pagi dari Mamuju, Koneksi ke Makassar Makin Mudah

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:02 WIB

PAW Anggota DPRD Pasangkayu Dibahas, Biro Kesra Sulbar Pastikan Proses Sesuai Aturan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:59 WIB

Biro Pemkesra Sulbar Gembleng 60 Pemuda Masjid, Perkuat Mental dan Spiritual Generasi Muda

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:38 WIB

Bapenda Sulbar Gandeng Bank Sulselbar, ASN Kini Punya Opsi Kredit untuk Bayar Pajak Kendaraan

Berita Terbaru