SDK Gaspol Sinkronkan Bansos, Targetkan 10 Ribu KK Miskin Ekstrem di Sulbar Tuntas

- Jurnalis

Jumat, 26 September 2025 - 17:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), gaspol melanjutkan agenda kerja hari keduanya di Jakarta dengan menghadiri pertemuan bersama Menteri Sosial RI, H. Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Wakil Menteri Sosial, Sekjen Kemensos, dan Kabiro Umum Kemensos, Jumat (26/9/2025). Pertemuan strategis ini fokus pada sinkronisasi program pengentasan kemiskinan ekstrem dan penguatan perlindungan sosial di Sulbar.

Dalam paparannya, Gus Ipul menegaskan tiga program unggulan Presiden Prabowo yang menjadi mandat Kementerian Sosial. Pertama, DTSEN (Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional) sebagai basis sasaran bansos berbasis payment ID. Kedua, Sekolah Rakyat yang menargetkan pemutusan rantai kemiskinan melalui makan bergizi gratis, layanan kesehatan gratis, pembangunan 3 juta rumah, serta program Kopdes Merah Putih. Ketiga, Bansos Tepat Sasaran yang mengutamakan PKH, sembako, dan PBI-JK agar benar-benar menyentuh kelompok paling membutuhkan, ditambah pemberdayaan ekonomi serta program graduasi.

Menanggapi hal itu, Gubernur SDK menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh program pemerintah pusat.

“Kami sudah siapkan lahan untuk Sekolah Rakyat. Saat ini sekitar 100 orang berada di desil 1 atau kategori miskin ekstrem. Jumlah keluarga miskin ekstrem di Sulbar sekitar 10 ribu KK atau 1% dari penduduk. Tahun ini kami sudah intervensi 5 ribu KK,” ujar SDK.

Tak hanya itu, SDK juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah meminta tambahan kuota Penerima Bantuan Iuran (PBI) masing-masing 10 ribu jiwa per kabupaten atau total 60 ribu jiwa. Upaya ini dilakukan untuk menutupi beban pemerintah kabupaten dalam memenuhi target Universal Health Coverage (UHC) BPJS Kesehatan.

SDK menekankan pentingnya ketepatan sasaran bansos, sembari mengingatkan masih ada kelompok miskin yang belum masuk daftar penerima akibat keterbatasan kuota.

“PR kita adalah mereka yang belum masuk sasaran bantuan padahal miskin. Kami berharap Kemensos dapat membantu menutup gap ini,” tambahnya.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Kadis Sosial Sulbar Abdul Wahab, Kepala Bapperinda Junda Maulana, Kadis Perkim Maddarezki, serta Tenaga Ahli Gubernur Bidang Antar Lembaga Hajrul Malik.

Langkah ini menjadi bukti komitmen Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, untuk mempercepat penuntasan kemiskinan ekstrem, memperluas perlindungan sosial, serta memastikan pembangunan inklusif yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

Berita Terkait

Satpol PP Sulbar Sisir 16 Toko di Mamuju, Peredaran Rokok Ilegal Diawasi Ketat
Mulai 25 Oktober, Wings Air Terbang Pagi dari Mamuju, Koneksi ke Makassar Makin Mudah
PAW Anggota DPRD Pasangkayu Dibahas, Biro Kesra Sulbar Pastikan Proses Sesuai Aturan
Biro Pemkesra Sulbar Gembleng 60 Pemuda Masjid, Perkuat Mental dan Spiritual Generasi Muda
Bapenda Sulbar Gandeng Bank Sulselbar, ASN Kini Punya Opsi Kredit untuk Bayar Pajak Kendaraan
Sulbar Tembus 6 Besar Nasional Digitalisasi Perlinsos, 73.230 KK Sudah Terdata
Bapenda Sulbar Gencarkan Pengawasan Rokok Ilegal, Pedagang Diimbau Waspada!
Lawan Penipuan Digital, Pemprov Sulbar Luncurkan Scam Ready ASEAN!
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:24 WIB

Satpol PP Sulbar Sisir 16 Toko di Mamuju, Peredaran Rokok Ilegal Diawasi Ketat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Mulai 25 Oktober, Wings Air Terbang Pagi dari Mamuju, Koneksi ke Makassar Makin Mudah

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:02 WIB

PAW Anggota DPRD Pasangkayu Dibahas, Biro Kesra Sulbar Pastikan Proses Sesuai Aturan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:59 WIB

Biro Pemkesra Sulbar Gembleng 60 Pemuda Masjid, Perkuat Mental dan Spiritual Generasi Muda

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:38 WIB

Bapenda Sulbar Gandeng Bank Sulselbar, ASN Kini Punya Opsi Kredit untuk Bayar Pajak Kendaraan

Berita Terbaru