Sulbar Genjot Hilirisasi Kelapa, 40 Ribu Ton Siap Jadi Emas Hijau

- Jurnalis

Kamis, 2 Oktober 2025 - 10:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mamuju – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) terus mengakselerasi pertumbuhan ekonomi melalui berbagai sektor unggulan, salah satunya pengembangan industri hilirisasi kelapa dalam. Langkah strategis ini kian nyata saat Gubernur Sulbar, Suhardi Duka bersama Wakil Gubernur, Salim S Mengga menerima investor PT Maju Hadapan Kalimantan (MKH) Oil Palm (East Kalimantan) di ruang Oval lantai 3 Kantor Gubernur Sulbar, Rabu (1/10/2025).

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Suhardi Duka membeberkan data produksi kelapa rakyat di Sulbar yang mencapai 40 ribu ton per tahun dari total luas lahan 23 ribu hektare, tersebar di enam kabupaten. Angka fantastis ini dinilai sebagai modal besar untuk menghadirkan industri hilirisasi kelapa dalam skala regional.

“Kelapa yang sudah menghasilkan 40 ribu ton setiap tahun, itu meliputi enam kabupaten. Dengan 23 ribu hektare ini, saya kira potensi untuk dibangun satu pabrik sangat terbuka lebar,” tegas Suhardi Duka.

Wakil Gubernur Salim S Mengga menambahkan, ketertarikan investor terhadap sektor kelapa dalam di Sulbar bukan tanpa alasan. Data produktivitas dan ketersediaan lahan menjadi faktor utama yang membuat provinsi ini dilirik sebagai kawasan investasi strategis.

“Sektor kelapa dalam Sulbar memang sangat besar. Karena itu, investor melihat peluang ekonomi yang menguntungkan jika membangun industri pengolahan di sini,” jelas Salim.

Sebagai langkah awal, Pemprov Sulbar menetapkan Kabupaten Majene dan Polewali Mandar sebagai sentra pengembangan industri kelapa dalam. Hal ini didukung potensi lahan kelapa yang luas serta akses pasar yang menjanjikan. Bahkan sebelumnya, Gubernur dan Wakil Gubernur telah meninjau langsung pabrik pengolahan kelapa di Polewali Mandar guna memastikan kesiapan daerah menuju hilirisasi.

Dengan dorongan pemerintah dan kehadiran investor, Sulbar optimistis mampu menjadikan kelapa sebagai “emas hijau” baru yang tidak hanya meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi daerah.

Berita Terkait

Ridwan Djafar: Momentum Piala Dunia 2026 Jadi Stimulus Ekonomi Lokal
Sulbar Masuk 10 Besar Nasional, Capaian Epdeskel Lampaui Rata-rata Indonesia
Sulbar Lampaui Rata-Rata Nasional, 62,19 Persen Desa dan Kelurahan Masuk Kategori Cepat Berkembang
Pemprov Sulbar Kejar Pinjaman Rp200 Miliar dari PT SMI untuk Percepat Pembangunan Infrastruktur
Komisi II DPRD Sulbar Soroti PAD 2026 Baru 28 Persen
Pemprov Sulbar Perkuat Perlindungan Anak, Forum Anak 2026-2028 Dikukuhkan
Piala Dunia 2026 dan Blank Spot Sulbar, TVRI-Pemprov Cari Solusi agar Warga Tak Ketinggalan Siaran
Gubernur SDK Jamu Kepala BKN RI, Bahas Masa Depan Sulbar
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 23:33 WIB

Ridwan Djafar: Momentum Piala Dunia 2026 Jadi Stimulus Ekonomi Lokal

Minggu, 7 Juni 2026 - 23:28 WIB

Sulbar Masuk 10 Besar Nasional, Capaian Epdeskel Lampaui Rata-rata Indonesia

Sabtu, 6 Juni 2026 - 10:54 WIB

Sulbar Lampaui Rata-Rata Nasional, 62,19 Persen Desa dan Kelurahan Masuk Kategori Cepat Berkembang

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:22 WIB

Pemprov Sulbar Kejar Pinjaman Rp200 Miliar dari PT SMI untuk Percepat Pembangunan Infrastruktur

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:21 WIB

Komisi II DPRD Sulbar Soroti PAD 2026 Baru 28 Persen

Berita Terbaru

Hallo Polisi

Kapolda Sulbar Buka Lomba Kicau Mania Hari Bhayangkara ke-80

Minggu, 7 Jun 2026 - 12:02 WIB