Sulbar Luncurkan Gerakan B2SA: Revolusi Pangan Lokal Lawan Stunting dan KEK

- Jurnalis

Rabu, 15 Oktober 2025 - 16:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAMUJU — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) melalui Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) resmi meluncurkan program Pemberian Makan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA), Selasa 14 Oktober 2025. Program ini menjadi langkah strategis Pemprov Sulbar dalam mempercepat perbaikan gizi masyarakat sekaligus menekan angka stunting dan kasus ibu hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK).

Kegiatan launching B2SA menandai komitmen nyata Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S Mengga dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, sehat, dan produktif, berlandaskan ketahanan pangan berbasis lokal.

Kepala Dinas Ketapang Sulbar, Abdul Waris Bestari, menegaskan bahwa persoalan gizi tidak cukup diselesaikan dengan ketersediaan bahan pangan, tetapi harus dibarengi dengan perubahan pola konsumsi masyarakat menuju pola makan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman.

“Pola B2SA memberikan asupan beragam untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. Bahan pangan yang digunakan pun diharapkan berasal dari produk lokal agar turut menggerakkan ekonomi petani kita,” ujar Abdul Waris Bestari.

Ia menambahkan, pangan lokal Sulbar memiliki potensi besar sebagai solusi gizi yang sehat dan berkelanjutan. Produk seperti singkong, jagung, pisang, ikan laut, daun kelor, dan berbagai umbi-umbian lokal dapat diolah menjadi menu bernutrisi tinggi bagi ibu hamil dan anak-anak.

“Kami ingin membuktikan bahwa pangan lokal Sulbar mampu menjadi jawaban atas tantangan gizi. Murah, mudah, tapi sangat kaya manfaat,” lanjutnya.

Program B2SA juga menjadi bagian penting dari gerakan PASTI PADU dan sinergi lintas sektor bersama TP PKK Sulbar serta Dinas Kesehatan. Tujuannya agar gerakan perbaikan gizi ini tidak berhenti pada seremoni peluncuran, tetapi berlanjut hingga ke seluruh kabupaten dan desa.

“Kesadaran gizi harus dimulai dari rumah tangga — dengan memanfaatkan bahan pangan lokal dan membangun kebiasaan makan sehat setiap hari,” tegas Waris.

Sebagai penutup, ia menyampaikan apresiasi kepada Ketua TP PKK Provinsi Sulbar atas dukungan aktif dalam menggerakkan program pangan dan gizi.

“Mari jadikan gerakan B2SA ini sebagai momentum membangun generasi Sulbar yang sehat, aktif, dan produktif melalui pangan lokal yang bergizi dan berdaya saing,” pungkasnya.

Dengan peluncuran program B2SA ini, Sulawesi Barat menegaskan diri sebagai daerah yang serius melawan stunting dan KEK dengan kekuatan utama: pangan lokal yang kaya gizi, sehat, dan membangun kemandirian ekonomi masyarakat.

Berita Terkait

Ridwan Djafar: Momentum Piala Dunia 2026 Jadi Stimulus Ekonomi Lokal
Sulbar Masuk 10 Besar Nasional, Capaian Epdeskel Lampaui Rata-rata Indonesia
Sulbar Lampaui Rata-Rata Nasional, 62,19 Persen Desa dan Kelurahan Masuk Kategori Cepat Berkembang
Pemprov Sulbar Kejar Pinjaman Rp200 Miliar dari PT SMI untuk Percepat Pembangunan Infrastruktur
Komisi II DPRD Sulbar Soroti PAD 2026 Baru 28 Persen
Pemprov Sulbar Perkuat Perlindungan Anak, Forum Anak 2026-2028 Dikukuhkan
Piala Dunia 2026 dan Blank Spot Sulbar, TVRI-Pemprov Cari Solusi agar Warga Tak Ketinggalan Siaran
Gubernur SDK Jamu Kepala BKN RI, Bahas Masa Depan Sulbar
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 23:33 WIB

Ridwan Djafar: Momentum Piala Dunia 2026 Jadi Stimulus Ekonomi Lokal

Minggu, 7 Juni 2026 - 23:28 WIB

Sulbar Masuk 10 Besar Nasional, Capaian Epdeskel Lampaui Rata-rata Indonesia

Sabtu, 6 Juni 2026 - 10:54 WIB

Sulbar Lampaui Rata-Rata Nasional, 62,19 Persen Desa dan Kelurahan Masuk Kategori Cepat Berkembang

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:22 WIB

Pemprov Sulbar Kejar Pinjaman Rp200 Miliar dari PT SMI untuk Percepat Pembangunan Infrastruktur

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:21 WIB

Komisi II DPRD Sulbar Soroti PAD 2026 Baru 28 Persen

Berita Terbaru

Hallo Polisi

Kapolda Sulbar Buka Lomba Kicau Mania Hari Bhayangkara ke-80

Minggu, 7 Jun 2026 - 12:02 WIB