SDK Tegaskan Pendidikan dan Kesehatan Tak Terganggu Meski Fiskal Sulbar Dipangkas Rp330 Miliar

- Jurnalis

Rabu, 15 Oktober 2025 - 21:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mamuju — Di tengah tantangan fiskal nasional, Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Suhardi Duka (SDK) menegaskan komitmennya menjaga stabilitas pembangunan dan pelayanan publik. Hal itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) bersama para Bupati se-Sulawesi Barat di Ruang Oval, Lantai 3 Kantor Gubernur Sulbar, Rabu (15/10/2025).

Rakor ini digelar untuk membahas langkah strategis dalam mengoptimalkan fiskal daerah tahun anggaran 2026, sekaligus dirangkaikan dengan penandatanganan kerja sama antara Pemprov Sulbar, Pemkab se-Sulbar, dan BPJS Kesehatan Kedeputian IX tentang penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi peserta bukan pekerja dalam rangka mempertahankan status Universal Health Coverage (UHC) di Sulbar.

Dalam arahannya, Gubernur Suhardi Duka menegaskan bahwa pemerintah daerah harus siap menghadapi kebijakan fiskal yang diterapkan oleh pemerintah pusat.

“Kita tidak ingin membebani pemerintah pusat, karena itulah kebijakan yang harus kita terima,” tegas SDK.

Ia menjelaskan, pemotongan dana transfer ke daerah mencapai hampir Rp1 triliun per provinsi, yang juga berdampak signifikan terhadap enam kabupaten di Sulbar.

“Untuk Sulbar, kita mengalami defisit sekitar Rp330 miliar akibat pengurangan transfer dari pusat sebesar Rp206 miliar dan pemotongan berjalan Rp130 miliar,” ungkapnya.

Meski menghadapi keterbatasan anggaran, Suhardi Duka memastikan sektor pendidikan dan kesehatan tetap menjadi prioritas utama.

“Pendidikan tetap prioritas. Semua hak guru harus tetap berjalan dan tidak boleh dikurangi,” tegasnya.

Begitu pula sektor kesehatan, SDK menekankan pentingnya kolaborasi dengan para bupati untuk mempertahankan status UHC agar seluruh masyarakat Sulbar tetap terlayani secara menyeluruh melalui JKN.

“Layanan dasar sektor kesehatan tetap kita jalankan. Gotong royong dengan enam kabupaten akan kita perkuat agar UHC Sulbar tetap terjaga,” tutup Suhardi Duka.

Langkah strategis ini menunjukkan keseriusan Pemprov Sulbar dalam menjaga keberlanjutan pembangunan, meskipun fiskal daerah mengalami tekanan. Komitmen SDK terhadap pendidikan dan kesehatan menjadi bukti nyata bahwa pembangunan manusia tetap menjadi fondasi utama kemajuan Sulawesi Barat.

Berita Terkait

Ridwan Djafar: Momentum Piala Dunia 2026 Jadi Stimulus Ekonomi Lokal
Sulbar Masuk 10 Besar Nasional, Capaian Epdeskel Lampaui Rata-rata Indonesia
Sulbar Lampaui Rata-Rata Nasional, 62,19 Persen Desa dan Kelurahan Masuk Kategori Cepat Berkembang
Pemprov Sulbar Kejar Pinjaman Rp200 Miliar dari PT SMI untuk Percepat Pembangunan Infrastruktur
Komisi II DPRD Sulbar Soroti PAD 2026 Baru 28 Persen
Pemprov Sulbar Perkuat Perlindungan Anak, Forum Anak 2026-2028 Dikukuhkan
Piala Dunia 2026 dan Blank Spot Sulbar, TVRI-Pemprov Cari Solusi agar Warga Tak Ketinggalan Siaran
Gubernur SDK Jamu Kepala BKN RI, Bahas Masa Depan Sulbar
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 23:33 WIB

Ridwan Djafar: Momentum Piala Dunia 2026 Jadi Stimulus Ekonomi Lokal

Minggu, 7 Juni 2026 - 23:28 WIB

Sulbar Masuk 10 Besar Nasional, Capaian Epdeskel Lampaui Rata-rata Indonesia

Sabtu, 6 Juni 2026 - 10:54 WIB

Sulbar Lampaui Rata-Rata Nasional, 62,19 Persen Desa dan Kelurahan Masuk Kategori Cepat Berkembang

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:22 WIB

Pemprov Sulbar Kejar Pinjaman Rp200 Miliar dari PT SMI untuk Percepat Pembangunan Infrastruktur

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:21 WIB

Komisi II DPRD Sulbar Soroti PAD 2026 Baru 28 Persen

Berita Terbaru

Hallo Polisi

Kapolda Sulbar Buka Lomba Kicau Mania Hari Bhayangkara ke-80

Minggu, 7 Jun 2026 - 12:02 WIB