17 Perusahaan Swasta Bersatu Lawan Kemiskinan dan Stunting di Sulbar, SDK: Ini Langkah Nyata Kolaborasi Hebat

- Jurnalis

Kamis, 16 Oktober 2025 - 18:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAMUJU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) resmi menggandeng 17 perusahaan swasta dalam upaya besar menekan angka kemiskinan ekstrem dan stunting di 17 desa dan kelurahan di tiga kabupaten. Program ini akan dibiayai sepenuhnya melalui Corporate Social Responsibility (CSR) dan sedekah perusahaan, tanpa membebani anggaran pemerintah.

Kesepakatan monumental ini ditandai dengan penandatanganan MoU dan perjanjian kerja sama antara Pemprov Sulbar dan para mitra swasta di Ballroom Kantor Gubernur Sulbar, Kamis (16/10/2025).

Program CSR terpadu tersebut akan berjalan dalam periode 2025–2030, menyasar ratusan keluarga miskin ekstrem dan ribuan individu miskin di berbagai wilayah.

Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK) menyebut langkah ini sebagai terobosan istimewa yang menandai sinergi konkret antara pemerintah dan sektor swasta.

“Kegiatan ini istimewa karena kita melibatkan partisipasi swasta dalam penanganan kemiskinan ekstrem dan stunting. Ini bukti nyata kolaborasi untuk rakyat,” ujar SDK.

SDK menegaskan, program ini tak lagi bergantung pada pembiayaan pemerintah, karena seluruh pendanaan akan ditanggung oleh perusahaan. Ia berharap, kolaborasi ini mampu menurunkan angka kemiskinan hingga 1 persen per tahun.

“Ini langkah strategis kita melibatkan semua pihak untuk mempercepat penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem di Sulawesi Barat,” tegasnya.

Setiap tahun, 17 desa baru akan menjadi sasaran intervensi. MoU tersebut mencakup tiga fokus utama:

Pengurangan beban masyarakat miskin, seperti bantuan sosial, beasiswa, perlengkapan sekolah, listrik hemat, dan pasar murah.

Peningkatan pendapatan masyarakat, melalui bantuan usaha produktif, benih perikanan, peternakan, pelatihan kewirausahaan, pengembangan UMKM, dan program padat karya.

Penurunan kantong kemiskinan, lewat pembangunan sarana air bersih, jamban keluarga, rehabilitasi rumah tidak layak huni, drainase, serta jalan rabat beton.

Program ini menyasar 445 kepala keluarga miskin ekstrem dan 19.664 individu miskin (desil 1–4). Selain itu, terdapat 186 rumah tidak layak huni, 82 keluarga penerima jamban, 70 KK bantuan listrik hemat, serta 215 keluarga penerima bantuan sanitasi dan air bersih.

Dari sisi gizi, intervensi juga difokuskan pada 814 balita stunting, 2.272 balita berat badan tidak naik, 641 balita underweight, dan 28 balita gizi kurang. Sementara bantuan pendidikan diberikan kepada 6.418 anak dari keluarga miskin.

Berikut daftar 17 lokus desa dan kelurahan penanganan kemiskinan dan stunting terpadu tahun 2025–2026:

Kabupaten Mamuju:

PT. Manakarra Unggul Lestari – Desa Sendan

Maleo Town Square – Kel. Mamunyu

D’Maleo Hotel – Kel. Binanga

Kabupaten Pasangkayu:

PT. Unggul Widya Teknologi Lestari – Desa Motu

PT. Surya Raya Lestari I – Desa Bulumario

PT. Letawa – Desa Tikke

PT. Pasangkayu – Desa Gunung Sari

PT. Toscano Indah Pratama – Desa Kalola

PT. Awana Sawit Lestari – Desa Sarudu

PT. Palma Sumber Lestari – Desa Kasano

PT. Mamuang – Kelurahan Martasari

PT. Tanjung Sarana Lestari – Desa Ako

Kabupaten Mamuju Tengah:

PT. Surya Lestari II – Desa Salugatta

PT. Wahana Karya Sejahtera Mandiri – Desa Bojo

PT. Trinity Palmas Plantation – Desa Tabolang

PT. Prima Nusa Global Lestari – Desa Kambunong

PT. Mitra Andalan Sawit – Desa Barakkang

Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha, Pemprov Sulbar menegaskan komitmennya menjadikan program ini sebagai gerakan sosial berkelanjutan untuk mewujudkan Sulbar Bebas Stunting dan Kemiskinan Ekstrem pada 2030.

Berita Terkait

Ridwan Djafar: Momentum Piala Dunia 2026 Jadi Stimulus Ekonomi Lokal
Sulbar Masuk 10 Besar Nasional, Capaian Epdeskel Lampaui Rata-rata Indonesia
Sulbar Lampaui Rata-Rata Nasional, 62,19 Persen Desa dan Kelurahan Masuk Kategori Cepat Berkembang
Pemprov Sulbar Kejar Pinjaman Rp200 Miliar dari PT SMI untuk Percepat Pembangunan Infrastruktur
Komisi II DPRD Sulbar Soroti PAD 2026 Baru 28 Persen
Pemprov Sulbar Perkuat Perlindungan Anak, Forum Anak 2026-2028 Dikukuhkan
Piala Dunia 2026 dan Blank Spot Sulbar, TVRI-Pemprov Cari Solusi agar Warga Tak Ketinggalan Siaran
Gubernur SDK Jamu Kepala BKN RI, Bahas Masa Depan Sulbar
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 23:33 WIB

Ridwan Djafar: Momentum Piala Dunia 2026 Jadi Stimulus Ekonomi Lokal

Minggu, 7 Juni 2026 - 23:28 WIB

Sulbar Masuk 10 Besar Nasional, Capaian Epdeskel Lampaui Rata-rata Indonesia

Sabtu, 6 Juni 2026 - 10:54 WIB

Sulbar Lampaui Rata-Rata Nasional, 62,19 Persen Desa dan Kelurahan Masuk Kategori Cepat Berkembang

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:22 WIB

Pemprov Sulbar Kejar Pinjaman Rp200 Miliar dari PT SMI untuk Percepat Pembangunan Infrastruktur

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:21 WIB

Komisi II DPRD Sulbar Soroti PAD 2026 Baru 28 Persen

Berita Terbaru

Hallo Polisi

Kapolda Sulbar Buka Lomba Kicau Mania Hari Bhayangkara ke-80

Minggu, 7 Jun 2026 - 12:02 WIB