Polewali Mandar — Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Bau Akram Dai, mewakili Gubernur Sulbar Suhardi Duka, resmi membuka Baqba Toa Katinting Race 2025 di Pantai Baqba Toa, Desa Lapeo, Kecamatan Campalagian, Jumat (14/11/2025). Event balap katinting bergengsi ini menjadi salah satu kegiatan bahari terbesar di Sulbar tahun ini.
Pembukaan acara turut dihadiri Plt. Kadis Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Polewali Mandar, jajaran TNI dan Polri Kecamatan Campalagian, perwakilan BRI, Dewan Pengawas BCC Championship Katinting Race, Pemerintah Desa Lapeo, tokoh masyarakat, hingga para pemuda setempat.
Dalam sambutannya, Bau Akram Dai menegaskan bahwa Baqba Toa Katinting Race bukan sekadar perlombaan, tetapi motor penggerak ekonomi masyarakat.
“Event ini memberi manfaat luas bagi masyarakat, baik dalam bidang olahraga, pelestarian budaya, pembangunan pariwisata, hingga pengembangan ekonomi,” ujarnya.
Ia menuturkan bahwa Pantai Baqba Toa sebagai destinasi wisata bahari memiliki potensi besar untuk menarik wisatawan. Melalui event ini, eksposur pantai semakin meningkat dan memberi efek domino bagi pelaku UMKM, ekonomi kreatif, serta penyedia jasa wisata. Hal ini sejalan dengan Program Panca Daya Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga dalam mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan.
“Kami berharap event Katinting ini menjadi agenda tahunan. Event yang melibatkan UMKM terbukti memberi dampak signifikan pada pergerakan ekonomi Sulbar,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Lapeo sekaligus Ketua Panitia, Noor Wandi Yusuf, mengungkap bahwa lomba akan berlangsung selama tiga hari, 14–16 November 2025. Sebanyak 17 tim dengan 40 perahu katinting siap unjuk kecepatan di lautan Lapeo dengan slogan “Satu Laut, Satu Kecepatan, Satu Sulawesi.”
Para peserta memperebutkan total hadiah Rp30 juta, ditambah mesin perahu untuk juara 1 dan 2, menjadikan persaingan semakin sengit.
Noor Wandi menargetkan 5.000 pengunjung selama event berlangsung. Jumlah tersebut diyakini mampu menggerakkan ekonomi masyarakat secara masif, mulai dari pedagang, kuliner lokal, penginapan, hingga pelaku ekonomi kreatif di Desa Lapeo.
“Semakin banyak pengunjung, semakin besar dampak ekonomi bagi warga Lapeo. Kami optimis target ini bisa tercapai,” tegasnya.
Dengan dukungan penuh pemerintah dan antusiasme masyarakat, Baqba Toa Katinting Race 2025 diprediksi menjadi salah satu ikon wisata bahari baru yang memperkuat posisi Sulbar sebagai destinasi unggulan kawasan Indonesia Timur. Pantai Lapeo kini bersiap menjadi pusat perhatian ribuan pengunjung dari berbagai daerah.










