Polewali Mandar — Suasana religius menyelimuti Masjid Nurul Muttaqin, Desa Parappe, Kecamatan Campalagian, saat Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Salim S. Mengga, hadir dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Minggu (16/11/2025). Kehadiran orang nomor dua di Sulawesi Barat itu disambut hangat masyarakat yang telah memadati area masjid sejak pagi.
Dalam momentum penuh hikmah tersebut, Salim S. Mengga menegaskan bahwa peringatan Maulid tidak boleh dipandang sekadar tradisi tahunan, melainkan media untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW—sejalan dengan tema kegiatan, “Meneladani Akhlak dan Meningkatkan Cinta kepada Rasulullah SAW.”
Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan sifat dan budi pekerti Nabi sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
“Dalam merayakan Maulid, kita membangun solidaritas kebersamaan serta mempererat tali silaturahim. Ini penting untuk menjaga harmoni dan persatuan di tengah masyarakat,” ujarnya di hadapan ratusan jamaah.
Wagub juga mengingatkan bahwa perubahan besar dalam masyarakat berawal dari karakter pribadi setiap individu.
“Lingkungan akan menjadi lebih baik jika dimulai dari pribadi yang baik,” tuturnya.
Pada kesempatan itu, Salim menguraikan empat sifat utama Rasulullah SAW yang harus menjadi rujukan umat dalam membangun kehidupan sosial yang damai dan maju, yakni:
Shiddiq – benar dan jujur,
Amanah – dapat dipercaya,
Tabligh – menyampaikan kebenaran dengan bijak,
Fathanah – cerdas dan penuh kebijaksanaan.
Menurutnya, penerapan empat sifat kenabian ini bukan hanya memperkuat akhlak pribadi, tetapi juga menjadi fondasi terciptanya masyarakat Sulbar yang harmonis, aman, dan penuh keberkahan. Ia menegaskan bahwa keamanan, ketertiban, dan harmonisasi sosial merupakan kunci penting dalam mempercepat pembangunan daerah.
Peringatan Maulid Nabi di Masjid Nurul Muttaqin berlangsung khidmat, meriah, dan penuh kekeluargaan. Tokoh agama, tokoh masyarakat, pejabat daerah, serta ratusan jamaah turut menghadiri rangkaian kegiatan hingga selesai. Kebersamaan dan kekhusyukan jamaah semakin menguatkan nilai religius serta solidaritas masyarakat Campalagian yang selama ini dikenal sangat menjaga tradisi keagamaan.










