MAMUJU — Upaya percepatan eliminasi Tuberkulosis (TBC) di Provinsi Sulawesi Barat terus menunjukkan tren positif. Data per Oktober 2025 mencatat capaian penemuan kasus TBC telah mencapai 64,30 persen dari target tahunan. Angka ini menjadi penanda penting bahwa kerja kolaboratif lintas sektor mulai membuahkan hasil dalam memastikan setiap kasus TBC dapat ditemukan dan diobati sesuai standar nasional.
Dari enam kabupaten di Sulbar, Mamuju tampil sebagai daerah dengan capaian penemuan kasus TBC tertinggi, mencapai 97,40 persen. Hampir menyentuh angka sempurna, capaian ini mencerminkan optimalnya kerja puskesmas, kader, dan jejaring layanan dalam investigasi kontak serta skrining TBC.
Posisi berikutnya masing-masing ditempati oleh Majene (72,40 persen), Pasangkayu (68,10 persen), dan Polewali Mandar (60,70 persen). Sementara Mamasa menjadi daerah dengan capaian terendah, hanya 19,30 persen, sehingga membutuhkan perhatian khusus dalam pelaksanaan penemuan aktif (active case finding) di lapangan.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa penemuan kasus merupakan pilar utama dalam percepatan eliminasi TBC.
“TBC hanya bisa dikendalikan jika seluruh kasusnya ditemukan dan diobati sampai tuntas. Semakin cepat ditemukan, semakin kecil risiko penularan di masyarakat. Karena itu, kami terus mendorong kabupaten untuk memperkuat kegiatan skrining, investigasi kontak, serta pemanfaatan jejaring laboratorium,” ujar dr. Nursyamsi, Senin (17/11/2025).
Ia menambahkan bahwa transformasi layanan primer dan digitalisasi melalui aplikasi Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) menjadi penguat signifikan dalam memastikan setiap kasus tercatat, terpantau, dan tertangani secara akurat.
Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat juga menggarisbawahi pentingnya dukungan lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, puskesmas, rumah sakit, hingga kader dan organisasi masyarakat dalam mempercepat penanganan TBC di berbagai wilayah.
Di sisi lain, edukasi kepada masyarakat terus digencarkan. Masyarakat diminta waspada jika mengalami batuk lebih dari dua minggu, demam berkepanjangan, keringat malam, atau penurunan berat badan—gejala yang mengindikasikan kemungkinan TBC. Penyakit ini dapat sembuh total jika diobati secara tepat dan teratur.
Mengusung visi “Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera” serta mendukung target nasional Eliminasi TBC 2030, Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat memastikan komitmennya untuk meningkatkan cakupan penemuan kasus, memperluas akses pengobatan, dan menghilangkan stigma terhadap pasien TBC.
“Tujuan kita jelas, tidak boleh ada satu pun pasien TBC yang tidak ditemukan atau tidak mendapatkan pengobatan. Dengan kerja bersama, kita bisa mengakhiri TBC di Sulawesi Barat,” tegas dr. Nursyamsi.
Dengan laju percepatan yang terus meningkat, Sulbar menunjukkan bahwa eliminasi TBC bukan sekadar target, tetapi momentum nyata menuju masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera.










