MAMUJU — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) membuat gebrakan signifikan di sektor kesehatan dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,23 miliar untuk jaminan kesehatan 3.644 jiwa di Kabupaten Majene pada tahun 2025. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen kuat Pemprov Sulbar untuk memastikan seluruh masyarakat mendapatkan akses layanan kesehatan yang layak dan merata.
Kebijakan strategis ini dibahas dalam Rapat Koordinasi yang digelar di Kantor Gubernur Sulbar pada Kamis (11/9/2025). Rapat yang dipimpin oleh Asisten III Sekretariat Daerah Sulbar, Amujib, ini dihadiri oleh perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Fokus utama rapat adalah persiapan pengumpulan data untuk program-program pembangunan yang akan dijalankan pada APBD maupun Perubahan APBD 2025.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, menjelaskan bahwa alokasi ini merupakan implementasi dari program unggulan “Quick Wins Sulbar Sehat” yang digagas langsung oleh Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga.
“Ini adalah wujud nyata komitmen pemerintah untuk memperluas cakupan jaminan kesehatan. Dengan langkah ini, kami ingin mempercepat terwujudnya visi Sulbar yang sehat, maju, dan sejahtera,” ungkap dr. Nursyamsi.
Dengan adanya bantuan iuran jaminan kesehatan ini, masyarakat Majene yang termasuk dalam kategori PBPU dan BP Pemda (Peserta Bukan Penerima Upah dan Bukan Pekerja) akan merasa lebih tenang dan terlindungi. Diharapkan tidak akan ada lagi hambatan finansial bagi mereka untuk mengakses layanan kesehatan dasar maupun lanjutan.
Lebih dari itu, program ini juga dipandang sebagai investasi jangka panjang. Akses kesehatan yang terjamin diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, yang pada akhirnya akan menjadi motor penggerak pembangunan di Sulbar. Kebijakan ini selaras dengan visi dan misi pembangunan daerah untuk menciptakan masyarakat yang lebih sehat, produktif, dan berdaya saing.










