Angin Kencang Hantam Mamuju! Tenda Festival Roboh, Warga Diminta Waspada Cuaca Ekstrem

- Jurnalis

Rabu, 29 Oktober 2025 - 16:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAMUJU — Cuaca ekstrem melanda wilayah pesisir Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Rabu siang (29/10/2025), menyebabkan sejumlah kerusakan fasilitas umum dan rumah warga. Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat menerima laporan cepat dari BMKG Kelas II Tampa Padang Mamuju terkait peristiwa angin kencang disertai hujan lebat dan petir yang terjadi sekitar pukul 13.00 WITA.

Berdasarkan data BMKG, cuaca buruk melanda beberapa wilayah pesisir seperti Kecamatan Simboro, Mamuju, dan Kalukku. Akibat terjangan angin kencang, tenda dan panggung utama kegiatan Mamuju Festival di Anjungan Pantai Manakarra rusak dan roboh, sementara beberapa rumah warga di sekitar pesisir mengalami kerusakan ringan hingga berat.

Hasil pantauan citra satelit menunjukkan adanya pertumbuhan awan konvektif signifikan sejak dini hari di wilayah Perairan Topoyo yang bergerak ke arah barat daya menuju Perairan Mamuju dan Tapalang. Puncak pembentukan awan terjadi pada pukul 04.40 UTC di Selat Makassar bagian tengah dan kembali berkembang di wilayah Kalukku hingga Simboro.
Data alat penakar hujan otomatis (ARG Mamuju) juga mencatat curah hujan tinggi antara pukul 04.54–06.30 UTC, menandakan adanya potensi hujan dengan intensitas lebat.

BMKG Tampa Padang telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem sejak pukul 12.30 WITA dan memperbaruinya pada pukul 14.30 WITA sebagai bentuk langkah mitigasi terhadap bencana hidrometeorologis.

Menanggapi kondisi ini, Plt. Kalaksa BPBD Sulbar, Muhammad Yasir Fattah, menegaskan pihaknya segera melakukan pemantauan lapangan, pendataan kerusakan, dan berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Mamuju serta instansi terkait.
“Langkah ini sejalan dengan arahan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, agar seluruh perangkat daerah memperkuat kesiapsiagaan dan respons cepat terhadap potensi dampak cuaca ekstrem yang masih berlanjut,” ujarnya.

BPBD Sulbar pun mengimbau masyarakat untuk:
1️⃣ Waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologis, seperti banjir, longsor, pohon tumbang, dan kerusakan fasilitas akibat hujan deras disertai angin.
2️⃣ Mengamankan barang-barang dan memperkuat struktur ringan di rumah maupun fasilitas umum.
3️⃣ Meningkatkan kewaspadaan di daerah rawan longsor, terutama saat hujan berlangsung lebih dari satu jam.

Dengan kondisi atmosfer yang masih labil, masyarakat diimbau tetap siaga dan terus memantau perkembangan cuaca dari kanal resmi BMKG dan BPBD Sulbar untuk menghindari dampak yang lebih luas.

Berita Terkait

Satpol PP Sulbar Sisir 16 Toko di Mamuju, Peredaran Rokok Ilegal Diawasi Ketat
Mulai 25 Oktober, Wings Air Terbang Pagi dari Mamuju, Koneksi ke Makassar Makin Mudah
PAW Anggota DPRD Pasangkayu Dibahas, Biro Kesra Sulbar Pastikan Proses Sesuai Aturan
Biro Pemkesra Sulbar Gembleng 60 Pemuda Masjid, Perkuat Mental dan Spiritual Generasi Muda
Bapenda Sulbar Gandeng Bank Sulselbar, ASN Kini Punya Opsi Kredit untuk Bayar Pajak Kendaraan
Sulbar Tembus 6 Besar Nasional Digitalisasi Perlinsos, 73.230 KK Sudah Terdata
Bapenda Sulbar Gencarkan Pengawasan Rokok Ilegal, Pedagang Diimbau Waspada!
Lawan Penipuan Digital, Pemprov Sulbar Luncurkan Scam Ready ASEAN!
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:24 WIB

Satpol PP Sulbar Sisir 16 Toko di Mamuju, Peredaran Rokok Ilegal Diawasi Ketat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Mulai 25 Oktober, Wings Air Terbang Pagi dari Mamuju, Koneksi ke Makassar Makin Mudah

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:59 WIB

Biro Pemkesra Sulbar Gembleng 60 Pemuda Masjid, Perkuat Mental dan Spiritual Generasi Muda

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:38 WIB

Bapenda Sulbar Gandeng Bank Sulselbar, ASN Kini Punya Opsi Kredit untuk Bayar Pajak Kendaraan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:35 WIB

Sulbar Tembus 6 Besar Nasional Digitalisasi Perlinsos, 73.230 KK Sudah Terdata

Berita Terbaru