Mamuju — Dalam upaya menumbuhkan kesadaran dan keteladanan aparatur negara terhadap kewajiban membayar pajak kendaraan, Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) melaksanakan aksi tempel stiker pajak di lingkungan Kantor Gubernur Sulbar, Rabu (15/10/2025).
Kegiatan yang berlangsung semarak ini dipimpin langsung oleh Kepala BPKPD Sulbar, Mohammad Ali Chandra, dan diikuti seluruh ASN serta Tenaga Administrasi Tidak Tetap (TATT). Aksi ini merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, yang menekankan pentingnya aparatur pemerintah menjadi contoh nyata dalam mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Sebelum kami mengajak masyarakat, kami ingin memastikan ASN Pemprov Sulbar menjadi teladan dalam kepatuhan pajak kendaraan. Kesadaran pajak harus dimulai dari dalam rumah sendiri,” tegas Mohammad Ali Chandra.
Mengusung tema “Sadar Pajak Dimulai dari Dalam”, aksi ini menyasar kendaraan roda dua dan empat milik ASN di lingkungan kantor gubernur. Tim BPKPD bersama UPTD PPRD Mamuju menempelkan stiker pengingat pada kendaraan yang diketahui menunggak pajak, lengkap dengan pesan edukatif bertuliskan “Kendaraan Anda Telah Jatuh Tempo”.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi BPKPD untuk mengoptimalkan penerimaan daerah dari sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), yang hingga triwulan akhir tahun 2025 masih berada di bawah target.
Ali Chandra menegaskan, aksi ini tak sekadar bersifat imbauan, melainkan akan diperkuat dengan pendampingan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sulbar agar pelaksanaannya memiliki dasar penegakan hukum yang kuat.
“Setelah ini kami akan bersurat ke Satpol PP untuk pendampingan. Penegakan perda adalah ranah mereka. Jadi saat tim BPKPD turun ke lapangan, akan ada Satpol yang mendampingi,” jelasnya.
Ia menambahkan, sinergi BPKPD dan Satpol PP diharapkan mampu menumbuhkan rasa malu di kalangan ASN yang masih menunggak pajak. “Pajak daerah bukan hanya kewajiban, tapi wujud kontribusi nyata bagi pembangunan Sulbar,” ujarnya.
Beberapa ASN yang kendaraannya ditempeli stiker justru menganggap aksi ini sebagai bentuk pengingat positif.
“Teguran yang elegan dan bermanfaat. Kadang bukan karena tidak mau bayar, tapi lupa. Dengan cara seperti ini, jadi lebih sadar,” ujar salah satu ASN di lingkungan Sekretariat Daerah.
Melalui gerakan ini, BPKPD Sulbar berharap tercipta budaya kolektif sadar pajak di kalangan aparatur, yang kemudian dapat menular ke masyarakat luas.
“Kita mulai dari ASN, agar pesan kepatuhan pajak lebih kuat ketika disampaikan ke publik. Pajak yang dibayar hari ini akan kembali dalam bentuk pembangunan dan pelayanan untuk semua,” tutup Ali Chandra.
Gerakan Sadar Pajak Dimulai dari Dalam menjadi bukti nyata komitmen BPKPD Sulbar dalam mewujudkan Sulbar yang maju dan mandiri, dimulai dari langkah sederhana: membayar pajak tepat waktu.










