Mamuju – Biro Pemkesra Provinsi Sulawesi Barat melalui Bagian Kesra kembali menorehkan gebrakan di sektor pendidikan dengan melanjutkan pelayanan pemberkasan calon penerima beasiswa Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat tahun 2025. Memasuki hari ke-11 atau H-1 menjelang penutupan, Senin (29/09/25), tercatat sebanyak 53 mahasiswa telah dilayani dengan berbagai jalur seleksi yang ketat namun adil.
Rincian penerima beasiswa hari ini menunjukkan keberagaman jalur, antara lain: prestasi akademik sarjana 20 orang, prestasi akademik magister 11 orang, jalur tidak mampu sarjana 6 orang, jalur tidak mampu diploma 1 orang, prestasi akademik S3 1 orang, serta prestasi non akademik sarjana 3 orang.
Program beasiswa ini merupakan salah satu terobosan unggulan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, bersama Wakil Gubernur Salim S. Mengga, yang menegaskan komitmen mereka dalam membangun pendidikan yang merata dan inklusif di seluruh wilayah Sulbar.
Moment penuh haru terjadi ketika seorang ibu dari mahasiswa penyandang disabilitas netra, Rizki Muhammad, memberikan apresiasi atas pelayanan ini. Rizki, mahasiswa semester 7 Universitas Islam Negeri (UIN) yang kerap menorehkan prestasi tilawah Al-Qur’an hingga tingkat provinsi, menjadi simbol bahwa keterbatasan fisik tidak menghalangi prestasi.
“Saya, orang tua Rizki Muhammad, berterima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Barat. Pelayanan beasiswa ini tidak membedakan antara yang normal dan penyandang disabilitas. Semua memiliki kesempatan yang sama,” ujar sang ibu sambil meneteskan air mata haru. Ia berharap program ini terus ditingkatkan sehingga menjadi motivasi bagi anak-anak disabilitas lainnya untuk menempuh pendidikan dan meraih masa depan gemilang.
Plt. Karo Pemkesra, Murdanil, menegaskan bahwa pemerintah daerah tetap konsisten menghadirkan layanan pendidikan yang adil dan merata. “Kami berupaya agar seluruh mahasiswa, baik yang berprestasi maupun yang memiliki keterbatasan ekonomi atau fisik, tetap mendapat ruang yang sama. Beasiswa ini adalah bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam mendukung pendidikan generasi muda Sulbar,” tegasnya.
Dengan langkah nyata ini, Sulbar tidak hanya menyalurkan beasiswa, tetapi juga menanamkan semangat inklusivitas dan kesetaraan pendidikan, menjadikan setiap anak muda di provinsi ini memiliki peluang yang sama untuk bersinar.










