Mamuju — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) terus menggeber pengembangan ekonomi biru sebagai motor baru pertumbuhan daerah. Langkah ini ditegaskan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Sulbar dalam ajang Sandeq Business, Investment, and Economic (SAQBE) Forum 2025 yang digelar Bank Indonesia Sulbar di Ballroom Grand Maleo Hotel, Kamis (25/9/2025).
Plt. Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah (RIDA) Bapperida Sulbar, Muh. Saleh, mewakili Kepala Bapperida, Junda Maulana, menyebut Sulbar punya modal besar untuk menggarap potensi laut dan perikanan. Dengan luas laut 19.848,56 Km², garis pantai 663,02 Km, serta 41 pulau termasuk 17 kawasan konservasi, Sulbar memiliki sumber daya unggulan seperti tuna, tongkol, cakalang, kerapu, kakap, layang, hingga udang vaname.
“Pertumbuhan ekonomi Sulbar masih fluktuatif. Triwulan II 2025 misalnya, hanya tumbuh 4,29 persen, masih di bawah rata-rata nasional. Namun sektor pertanian dan perikanan kita cukup menjanjikan. Perikanan dengan kontribusi 11,06 persen pada PDRB adalah sektor yang akan terus kita dorong,” jelas Muh. Saleh.
Ia memaparkan, roadmap pengembangan ekonomi biru Sulbar sejalan dengan RPJPD dan RPJMD, yang dibagi dalam empat tahap hingga 2045: penguatan fondasi, peningkatan sarana prasarana, hilirisasi dan diversifikasi, serta ekspansi dan daya saing regional. Target besarnya, ekonomi Sulbar bisa melesat hingga 7–8 persen pada tahun 2030.
Kepala Bapperida Sulbar, Junda Maulana, menegaskan bahwa peningkatan daya saing memang tidak bisa instan, tetapi ekonomi biru adalah jalan strategis untuk menghadirkan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.
“Sulbar punya laut yang luas, nelayan tangguh, dan komoditas kompetitif. Tugas kita adalah memastikan semua potensi itu terintegrasi dalam kebijakan, investasi, dan inovasi yang memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Junda juga mengajak seluruh pihak, mulai dari OPD, akademisi, pelaku usaha, hingga masyarakat pesisir, untuk bahu-membahu menjadikan ekonomi biru sebagai wajah baru pembangunan Sulawesi Barat.










