MAMUJU – Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Itjen Kemendagri) resmi melakukan pemeriksaan strategis terhadap tata kelola keuangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar). Pemeriksaan ini berfokus pada tiga aspek penting, yaitu optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pemanfaatan Barang Milik Daerah (BMD) berupa tanah dan bangunan, efektivitas belanja daerah dalam memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM), serta peningkatan kualitas layanan publik, khususnya sektor perizinan.
Rapat entry meeting pemeriksaan dipimpin langsung oleh Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, didampingi jajaran OPD teknis terkait, di Ruang Oval Kantor Gubernur Sulbar, Jumat (19/9/2025). Agenda pemeriksaan ini dijadwalkan berlangsung selama sepekan penuh.
Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Sulbar sebagai Bendahara Umum Daerah (BUD) menegaskan dukungannya atas pemeriksaan tersebut. Kepala BPKPD Sulbar, Muhammad Ali Chandra menilai pengawasan dari Itjen Kemendagri merupakan instrumen penting untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.
“Kami siap mendukung penuh pemeriksaan ini. Peran BPKPD adalah memastikan setiap rupiah dikelola secara transparan, belanja daerah efektif menjawab kebutuhan masyarakat, serta PAD dari aset daerah benar-benar dioptimalkan. Ini juga komitmen kami untuk menghadirkan layanan publik yang semakin baik,” tegas Ali Chandra.
Sementara itu, Kepala Bidang Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Daerah, Muhammad, menambahkan bahwa pemeriksaan ini merupakan peluang penting bagi Sulbar untuk memperbaiki sistem akuntansi dan pelaporan keuangan daerah.
“Bagi kami, pengawasan ini bukan sekadar evaluasi, tetapi kesempatan memperkuat sistem pelaporan agar lebih transparan, akuntabel, sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan keuangan daerah,” ujarnya.
Dengan pemeriksaan Itjen Kemendagri ini, BPKPD Sulbar berharap tata kelola keuangan daerah dapat semakin kokoh, kapasitas fiskal meningkat, dan pelayanan publik makin berkualitas demi kesejahteraan masyarakat Sulawesi Barat.










