Majene – Suasana duka dan haru menyelimuti prosesi pemakaman ulama kharismatik, Annangguru Bukku KH Hasan Usi, yang wafat pada Selasa, 9 September 2025. Ribuan pelayat dari berbagai daerah tumpah ruah di Kabupaten Majene untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sosok panutan umat tersebut.
Prosesi pemakaman yang digelar pada Rabu, 10 September 2025, turut dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Salim S Mengga. Kehadiran orang nomor dua di Sulbar itu menjadi bukti penghormatan mendalam atas jasa besar almarhum yang dikenal luas sebagai pendidik, ulama, sekaligus tokoh agama berpengaruh.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian KH Hasan Usi. Menurutnya, almarhum adalah figur penting yang telah banyak mencetak generasi berilmu dan berakhlak mulia.
“Beliau adalah sosok teladan, guru besar yang tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga menanamkan nilai keikhlasan, kebersamaan, dan cinta tanah air,” ujar Salim S Mengga dalam suasana penuh haru.
Sejumlah tokoh agama, pejabat daerah, para santri, hingga masyarakat umum larut dalam doa bersama dan isak tangis. Pemakaman berlangsung khidmat, mencerminkan besarnya penghormatan dan cinta masyarakat kepada almarhum.
KH Hasan Usi atau yang akrab disapa Annangguru Bukku, dikenal sebagai ulama sederhana, bersahaja, dan sangat dekat dengan masyarakat. Selama hidupnya, ia aktif dalam kegiatan dakwah dan selalu menebarkan pesan perdamaian serta nilai-nilai kebersamaan.
Kepergian beliau meninggalkan duka mendalam, namun juga warisan berharga berupa ilmu, teladan, dan semangat perjuangan dalam membangun umat.










