MAMUJU — Puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-52 tahun 2025 tingkat Provinsi Sulawesi Barat berlangsung meriah dan penuh makna di Ballroom Andi Depu, Kantor Gubernur Sulbar, Rabu, 12 November 2025. Acara bertema “Bergerak Bersama PKK, Mewujudkan Asta Cita Menuju Indonesia Emas” ini dihadiri Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK), Wakil Gubernur Salim S Mengga, jajaran Forkopimda, serta TP PKK Provinsi dan Kabupaten se-Sulbar.
Iklan Bersponsor Google
Dalam sambutannya, Gubernur Suhardi Duka menegaskan bahwa PKK merupakan gerakan sosial yang lahir dari semangat keikhlasan para ibu untuk membantu sesama.
“PKK ini awalnya muncul karena keprihatinan terhadap masalah kelaparan dan busung lapar di Jawa Tengah. Gerakan ini lahir dari rasa cinta dan ketulusan seorang ibu,” ujar SDK di hadapan ratusan kader PKK yang hadir.
Ia menekankan, di balik setiap keberhasilan seorang laki-laki, selalu ada perempuan hebat yang mendukungnya. Namun, ia juga mengingatkan agar perempuan, terutama istri pejabat, bijak dalam memanfaatkan perannya.
“Tidak ada pemimpin yang sukses tanpa wanita di belakangnya. Tapi hati-hati, karena wanita juga bisa menjerumuskan. Maka jadilah pendamping yang menumbuhkan, bukan sebaliknya,” tegasnya.
SDK juga menyoroti fenomena gaya hidup berlebihan di media sosial yang kerap menciptakan jarak sosial antara pejabat dan masyarakat. Ia menasihati agar istri pejabat tidak memamerkan kemewahan di ruang digital.
“Kalau dulu senang berfoto di tempat wisata, silakan saja. Tapi kalau suami sudah jadi pejabat, sebaiknya jangan unggah hal-hal yang menonjolkan kehidupan glamor. Meski mampu beli barang mahal, tidak perlu dipamerkan,” pesannya.
Lebih lanjut, Gubernur Sulbar menegaskan pentingnya sinergi PKK dalam membantu pemerintah mengatasi persoalan mendasar seperti stunting, perkawinan usia dini, dan kemiskinan ekstrem. Menurutnya, kader PKK memiliki peran strategis dalam mengubah pola pikir masyarakat di akar rumput.
“Perkawinan usia dini itu budaya lama yang butuh waktu untuk diubah. PKK harus jadi agen perubahan. Begitu juga dengan penanganan kemiskinan ekstrem dan stunting, PKK adalah bagian penting dari tim pastipadu Sulbar,” kata SDK.
Menutup sambutannya, SDK mengingatkan fenomena “00”, istilah yang sering dilekatkan kepada istri pejabat yang terlalu menonjol dalam urusan suami.
“Kalau disebut ‘00’, jangan bangga. Itu tanda koreksi publik terhadap sikap yang berlebihan. Biarlah suami tetap jadi 01 di instansinya,” ujar SDK disambut tawa para undangan.
Puncak HKG PKK 2025 ini menjadi momentum penting bagi seluruh kader PKK Sulbar untuk memperkuat peran dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga, membangun karakter bangsa, dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 melalui kerja nyata di tengah masyarakat.
Iklan Google AdSense









