Mamuju – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) melalui Bidang Geologi dan Air Bawah Tanah terus menunjukkan komitmennya dalam membangun tata kelola air tanah yang lebih baik. Lewat gagasan inovatif bertajuk “Sinergi Jaringan Informasi Air Tanah, Maju, Andal, dan Berkesinambungan” atau SI JARI MANIS, program ini kini resmi memasuki tahapan pembentukan tim terpadu.
Kepala Bidang Geologi dan Air Bawah Tanah, Wisnu Hasta Praja, menjelaskan hal itu usai rapat evaluasi bersama tim kerja pada Jumat, 26 September 2025. Ia menegaskan, SI JARI MANIS sejalan dengan misi ke-5 Pancadaya Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga, yakni memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik, akuntabel, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan dasar.
“Untuk tahap awal, pembentukan tim SI JARI MANIS kita fokuskan di Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Polewali Mandar (Polman). Dua daerah ini dipilih karena memiliki peran strategis dalam pengelolaan air tanah,” ungkap Wisnu.
Dalam prosesnya, tim SI JARI MANIS melibatkan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Mamuju dan Polman, serta pemerintah kecamatan terkait, yaitu Kecamatan Mamuju, Simboro, Polewali, dan Wonomulyo. Menurut Wisnu, keterlibatan Bapenda sangat penting karena mereka memiliki kewenangan sekaligus basis data wajib pajak air tanah yang akurat.
Koordinasi yang dilakukan pekan lalu telah melahirkan komitmen bersama dari Bapenda Mamuju, Bapenda Polman, Camat Polewali, Camat Wonomulyo, Camat Mamuju, hingga Camat Simboro. “Alhamdulillah, semua pihak merespon positif dan mendukung penuh pembentukan tim SI JARI MANIS,” ujarnya.
Sebagai bentuk tindak lanjut, pemerintah kabupaten dan kecamatan telah menyerahkan daftar nama calon anggota yang akan tergabung dalam tim terpadu tersebut. Selanjutnya, daftar tersebut akan disahkan melalui Surat Keputusan (SK) Tim SI JARI MANIS yang rencananya akan ditandatangani langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulbar.
Dengan hadirnya SI JARI MANIS, diharapkan pengelolaan air tanah di Sulbar menjadi lebih terintegrasi, transparan, dan berkelanjutan, sehingga mampu mendukung pembangunan daerah sekaligus menjaga kelestarian sumber daya air untuk generasi mendatang.










