Mamuju – Komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) dalam menguatkan gerakan literasi semakin nyata. Pasca disahkannya Peraturan Daerah (Perda) tentang Penyelenggaraan Perpustakaan oleh DPRD Sulbar pada Rapat Paripurna, Senin (29/9/2025), kini langkah berlanjut dengan pembahasan awal Rancangan Peraturan Gubernur (Ranpergub) tentang Gerakan Pembudayaan Membaca dan Literasi.
Ranpergub ini digagas sebagai regulasi untuk memperkuat Gerakan Sulbar Mandarras (GSM) yang dicanangkan langsung oleh Gubernur Sulbar, Suhardi Duka. Pembahasan awal tersebut berlangsung di Ruang Rapat Biro Hukum Sekretariat Daerah (Setda) Sulbar, Selasa (30/9/2025), dipimpin Kepala Biro Hukum, Syarifuddin.
Hadir dalam rapat, Tenaga Ahli Gubernur Sulbar Bidang Hubungan Antar Lembaga Hajrul Malik, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Perpusip) Sulbar Mustari Mula, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulbar Sjaifuddin, serta Tim Kerja GSM dan Biro Hukum Setda Sulbar.
Menurut Kepala Dinas Perpusip Sulbar, Mustari Mula, pembahasan Ranpergub ini merupakan langkah penting untuk menjadikan literasi sebagai gerakan kolektif. “Ranpergub ini menjadi dasar hukum sekaligus penguatan regulasi amanah Perda yang baru saja disahkan. GSM adalah gerakan nyata Sulbar menuju masyarakat literat,” tegasnya.
Dalam rapat, sejumlah poin krusial disepakati untuk dimuat dalam Ranpergub, antara lain: ketentuan umum, ruang lingkup, serta tujuan GSM. Selain itu, sasaran gerakan, strategi pelaksanaan, hingga bentuk kegiatan juga menjadi bagian dari substansi aturan tersebut.
“Peran dan tanggung jawab para pemangku kepentingan, baik Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi vertikal, hingga pemerintah kabupaten juga akan diatur. Bahkan, mekanisme monitoring dan evaluasi kegiatan serta kelengkapan dokumen Tim Penyusun Pergub ikut dibahas,” terang Mustari.
Dengan disusunnya Ranpergub ini, Sulbar meneguhkan langkah menjadi provinsi yang menjadikan literasi sebagai gerakan bersama. Harapannya, generasi muda hingga masyarakat luas dapat terbiasa membaca, menulis, dan berpikir kritis sebagai bekal daya saing di masa depan.










