Mamuju – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terus memperkuat komitmen dalam agenda mitigasi perubahan iklim. Analis Kebijakan Ahli Muda Biro Pemkesra, Muh. Dhany Sadry, pada Selasa (23/9/2025) memimpin koordinasi bersama Sulawesi Foundation Community dan Kepala Bapperida Provinsi Sulawesi Barat terkait progres penyusunan dokumen eferal perhitungan karbon.
Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Kepala Bapperida, Junda Maulana, membahas langkah strategis penyelesaian dokumen, mulai dari validasi data hingga sinkronisasi antar-sektor. Junda yang juga bertindak sebagai Ketua Pokja Result Based Payment – REDD+ for Results Period 2014-2016 Green Climate Fund Output 2 menegaskan pentingnya sinergi semua pihak.
“Komitmen pemerintah daerah adalah memperkuat kerja Pokja REDD+ agar target pengurangan emisi dapat tercapai optimal dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan,” tegas Junda.
Langkah ini sejalan dengan arahan Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S Mengga, yang menekankan pentingnya pelayanan publik berbasis pembangunan berkelanjutan.
Dukungan penuh juga datang dari Plt. Karo Pemkesra, Murdanil, yang menilai perhitungan karbon bukan hanya instrumen teknis, tetapi juga pijakan penting dalam arah pembangunan daerah.
“Hasil perhitungan karbon ini akan menjadi instrumen strategis dalam pembangunan berkelanjutan Sulawesi Barat. Karena itu, sinergi seluruh pihak mutlak diperlukan,” ujarnya.
Dengan koordinasi ini, Pemprov Sulbar berharap dokumen eferal perhitungan karbon dapat segera rampung, sehingga menjadi dasar kuat bagi pelaksanaan program penurunan emisi berbasis hasil di tingkat daerah.










