Wagub Sulbar Salim S Mengga: “Saya Besar Bukan Karena Nasi, Tapi Jepa dan Jagung

- Jurnalis

Rabu, 24 September 2025 - 19:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAMUJU – Wakil Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Salim S Mengga, mengajak masyarakat untuk kembali menghargai pangan lokal sebagai sumber karbohidrat alternatif selain beras. Ia menegaskan, ubi, singkong, jagung, sagu, pisang, dan berbagai pangan tradisional lainnya terbukti mampu menjaga ketahanan pangan sejak dahulu kala.

Menurutnya, masyarakat perlu mengubah pola pikir bahwa beras adalah satu-satunya sumber makanan pokok. “Sumber-sumber pangan nasional kita sebenarnya tidak hanya terikat pada beras. Di masa lalu, sebelum pertanian kita lebih maju, pangan kita sangat beragam. Ada dari ubi kayu, sagu, jagung, dan lain-lain,” kata Salim S Mengga, Rabu (24/9/2025).

Ia mencontohkan masyarakat Mandar di masa lalu yang akrab dengan nasi jagung dan jepa (olahan singkong). “Saya pribadi besar karena makan jepa, nasi jagung, pisang. Saya bisa masuk tentara, jadi jenderal, bukan karena makan beras,” tegas pasangan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka itu.

Salim menyayangkan masih ada anggapan bahwa singkong adalah makanan kelas bawah. Padahal, kini produk turunan singkong, jagung, dan pisang sudah banyak hadir di pasar modern dalam bentuk camilan kekinian, pangan olahan, bahkan produk ekspor.

Lebih jauh, ia menyoroti ketimpangan konsumsi beras dengan pertumbuhan penduduk yang terus meningkat, sehingga memicu fluktuasi harga beras yang justru merugikan masyarakat kecil. “Waktu panen, harga beras malah naik. Ini jadi pertanyaan besar. Karena itu, kita harus mulai beralih pada pangan lokal yang lebih terjangkau,” ungkapnya.

Wagub Sulbar itu pun mengajak generasi muda dan kalangan intelektual untuk lebih bijak menyikapi kebijakan diversifikasi pangan. “Belajarlah berpikir dewasa. Jangan anggap remeh makanan lokal. Tanya pada kakek-nenekmu, dulu mereka makan apa. Dalam tubuh kita ini pasti ada unsur singkong, jagung, sagu. Itu identitas kita,” pungkasnya.

Dengan kembali mengonsumsi pangan lokal, menurut Salim S Mengga, masyarakat tidak hanya menjaga ketahanan pangan daerah, tetapi juga melestarikan warisan budaya dan memperkuat kemandirian ekonomi lokal.

Berita Terkait

Ridwan Djafar: Momentum Piala Dunia 2026 Jadi Stimulus Ekonomi Lokal
Sulbar Masuk 10 Besar Nasional, Capaian Epdeskel Lampaui Rata-rata Indonesia
Sulbar Lampaui Rata-Rata Nasional, 62,19 Persen Desa dan Kelurahan Masuk Kategori Cepat Berkembang
Pemprov Sulbar Kejar Pinjaman Rp200 Miliar dari PT SMI untuk Percepat Pembangunan Infrastruktur
Komisi II DPRD Sulbar Soroti PAD 2026 Baru 28 Persen
Pemprov Sulbar Perkuat Perlindungan Anak, Forum Anak 2026-2028 Dikukuhkan
Piala Dunia 2026 dan Blank Spot Sulbar, TVRI-Pemprov Cari Solusi agar Warga Tak Ketinggalan Siaran
Gubernur SDK Jamu Kepala BKN RI, Bahas Masa Depan Sulbar
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 23:33 WIB

Ridwan Djafar: Momentum Piala Dunia 2026 Jadi Stimulus Ekonomi Lokal

Minggu, 7 Juni 2026 - 23:28 WIB

Sulbar Masuk 10 Besar Nasional, Capaian Epdeskel Lampaui Rata-rata Indonesia

Sabtu, 6 Juni 2026 - 10:54 WIB

Sulbar Lampaui Rata-Rata Nasional, 62,19 Persen Desa dan Kelurahan Masuk Kategori Cepat Berkembang

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:22 WIB

Pemprov Sulbar Kejar Pinjaman Rp200 Miliar dari PT SMI untuk Percepat Pembangunan Infrastruktur

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:21 WIB

Komisi II DPRD Sulbar Soroti PAD 2026 Baru 28 Persen

Berita Terbaru

Hallo Polisi

Kapolda Sulbar: Tingkatkan Kinerja, Jaga Kepercayaan Publik

Senin, 8 Jun 2026 - 08:23 WIB

Hallo Polisi

Kapolda Sulbar Buka Lomba Kicau Mania Hari Bhayangkara ke-80

Minggu, 7 Jun 2026 - 12:02 WIB