Gubernur Sulbar Suhardi Duka Gedor Reformasi Imigrasi & Pemasyarakatan: “Cepat, Modern, dan Berkeadilan

- Jurnalis

Rabu, 19 November 2025 - 19:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mamuju — Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, tampil dengan gagasan tajam dan progresif saat menghadiri Tasyakuran Hari Bakti ke-1 Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Kanwil Ditjen Imigrasi dan Pemasyarakatan Sulbar, Rabu, 18 November 2025. Di hadapan jajaran imigrasi dan pemasyarakatan, ia menyampaikan pesan kuat mengenai pentingnya reformasi layanan dan pembenahan sistem pemasyarakatan di Indonesia.

Dalam sambutannya, Suhardi menegaskan bahwa imigrasi dan pemasyarakatan adalah dua sektor yang saling terhubung dalam menjaga keamanan negara, sekaligus menjadi wajah pelayanan publik yang harus terus berinovasi mengikuti perkembangan dunia.

Menurutnya, layanan imigrasi global kini bergerak cepat ke arah digitalisasi dan efisiensi. Negara-negara maju telah mengedepankan kecepatan dan kenyamanan, tanpa mengesampingkan aspek keamanan.
“Hampir semua negara memperbaiki sistem agar proses imigrasi bisa cepat dan elektronik. Sistem layanan makin maju, tapi aspek security tetap prinsip utama,” ujarnya.

Ia mencontohkan Eropa dan Singapura sebagai benchmark internasional dalam membangun layanan imigrasi yang modern, efektif, dan aman.

Suhardi turut menyinggung persoalan klasik pemasyarakatan: kelebihan kapasitas lapas yang mencapai lebih dari 200 persen di sejumlah wilayah Indonesia.
“Di Eropa banyak lapas kosong. Di Indonesia, justru overload. Bukan karena kita bangsa jahat, tapi karena sistemnya perlu diperbaiki,” tegasnya.

Ia menyoroti khususnya penanganan kasus narkotika yang selama ini membebani lapas. Menurutnya, pengguna narkoba seharusnya diposisikan sebagai korban yang memerlukan rehabilitasi, bukan langsung dipenjara.
“Kalau semua pengguna dihukum badan, lapas makin penuh. Pengguna adalah korban. Yang harus dipenjara adalah mereka yang mengorbankan,” kata Suhardi.

Gubernur dua periode itu menekankan bahwa pembinaan dalam lapas harus benar-benar menghasilkan perubahan. Ia mengapresiasi sejumlah keberhasilan program pembinaan keagamaan dan keterampilan yang terbukti mampu mengubah perilaku warga binaan.
“Ada yang keluar lebih religius, ada yang pulang dengan keterampilan dan bisa mandiri. Itu bukti pembinaan berjalan baik,” ujarnya.

Namun ia mengingatkan bahwa residivisme masih menjadi tantangan, dan perlu penanganan lebih komprehensif agar mantan warga binaan tidak kembali terjerat masalah hukum.

Berita Terkait

Sulbar Lampaui Rata-Rata Nasional, 62,19 Persen Desa dan Kelurahan Masuk Kategori Cepat Berkembang
Pemprov Sulbar Kejar Pinjaman Rp200 Miliar dari PT SMI untuk Percepat Pembangunan Infrastruktur
Komisi II DPRD Sulbar Soroti PAD 2026 Baru 28 Persen
Pemprov Sulbar Perkuat Perlindungan Anak, Forum Anak 2026-2028 Dikukuhkan
Piala Dunia 2026 dan Blank Spot Sulbar, TVRI-Pemprov Cari Solusi agar Warga Tak Ketinggalan Siaran
Gubernur SDK Jamu Kepala BKN RI, Bahas Masa Depan Sulbar
Pemprov Sulbar Bentuk Pokja Sekolah Aman dan Nyaman, Cegah Bullying hingga Putus Sekolah
Survei Terravox: Kepuasan Publik terhadap SDK Tembus 81,5 Persen
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 10:54 WIB

Sulbar Lampaui Rata-Rata Nasional, 62,19 Persen Desa dan Kelurahan Masuk Kategori Cepat Berkembang

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:22 WIB

Pemprov Sulbar Kejar Pinjaman Rp200 Miliar dari PT SMI untuk Percepat Pembangunan Infrastruktur

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:21 WIB

Komisi II DPRD Sulbar Soroti PAD 2026 Baru 28 Persen

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:16 WIB

Pemprov Sulbar Perkuat Perlindungan Anak, Forum Anak 2026-2028 Dikukuhkan

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:13 WIB

Piala Dunia 2026 dan Blank Spot Sulbar, TVRI-Pemprov Cari Solusi agar Warga Tak Ketinggalan Siaran

Berita Terbaru

Hallo Polisi

Kapolda Sulbar Buka Lomba Kicau Mania Hari Bhayangkara ke-80

Minggu, 7 Jun 2026 - 12:02 WIB

Sorot

IJS Sulbar Kecam Oknum Wartawan Diduga Ancam Narasumber

Sabtu, 6 Jun 2026 - 16:57 WIB