MAMUJU — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan masyarakat. Melalui Bidang Penganekaragaman, Konsumsi, dan Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Sulbar, ratusan bibit cabai keriting, cabai rawit, dan tomat resmi disalurkan kepada warga di empat kelurahan, yakni Karema, Rimuku, Simboro, dan Bebanga. Penyaluran ini berlangsung pada Kamis, 20 November 2025, dan diserahkan langsung oleh Ketua TP PKK Sulbar, Hj. Harsinah Suhardi, dalam rangkaian kegiatan Gerakan Sayang Halaman Rumah (Gersaharum).
Kegiatan ini turut disaksikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulbar, Abd. Waris Bestari, bersama para lurah dari empat kelurahan penerima. Antusiasme warga tampak jelas saat bibit-bibit produktif tersebut dibagikan secara langsung.
Dalam sambutannya, Kadis Ketahanan Pangan Sulbar menegaskan bahwa program Gersaharum merupakan upaya nyata pemerintah dalam memperkuat ketersediaan pangan rumah tangga serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pemberian bibit cabai keriting, cabai rawit, dan tomat ini adalah bagian dari program Gersaharum yang bertujuan mendorong ketahanan pangan serta menekan biaya pengeluaran warga,” jelas Abd. Waris Bestari. Program ini juga menjadi bagian dari dukungan Distapang terhadap misi Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S Mengga dalam menggenjot pertumbuhan ekonomi serta mengurangi inflasi daerah.
Ketua TP PKK Sulbar, Hj. Harsinah Suhardi, menegaskan pentingnya pemanfaatan halaman rumah sebagai sumber pangan alternatif yang mampu menekan angka kemiskinan dan memperkuat ekonomi keluarga.
“Program Gersaharum sangat penting untuk meningkatkan produksi pangan mandiri dan kesejahteraan masyarakat. Kita harus terus bekerja sama untuk memperkuat ketahanan pangan Sulbar,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi langkah cepat Distapang yang menyalurkan bibit langsung kepada masyarakat, khususnya ibu-ibu yang selama ini menjadi motor penggerak pengelolaan halaman rumah. “Saya sangat mendukung dan mengapresiasi pembagian bibit ini karena manfaatnya dirasakan langsung oleh warga,” tambahnya.
Kepala Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan, Nugroho Hamid, menjelaskan bahwa Gersaharum merupakan program inovatif yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pemanfaatan pekarangan secara produktif.
“Program ini merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat. Harapannya, warga dapat memaksimalkan halaman rumah untuk menghasilkan pangan bernilai ekonomis,” ungkapnya.
Salah satu warga Karema, Suriani, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan bibit yang diterima. Ia berkomitmen merawat bibit tersebut hingga berproduksi.
“Kami bersyukur sekali dengan bantuan ini. Terima kasih Pak Gubernur atas perhatiannya,” ucapnya penuh haru.
Program Gersaharum diharapkan terus berlanjut dan menjadi gerakan masif di seluruh wilayah Sulawesi Barat sebagai langkah strategis menghadapi tantangan ketahanan pangan dan stabilitas harga komoditas pertanian. Dengan kolaborasi pemerintah dan masyarakat, halaman rumah bukan lagi sekadar ruang kosong, tetapi menjadi sumber pangan dan pendukung ekonomi keluarga.










