MAMUJU – Komisi Informasi (KI) Sulawesi Barat mencatat sejarah baru dengan menggelar Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2025 untuk pertama kalinya. Acara megah yang berlangsung di Atrium Mall Matos Mamuju, Jumat (21/11/2025), menjadi momentum besar bagi penguatan budaya transparansi di Bumi Tanami Amat.
Ketua Panitia Pelaksana, Riny Hadiwijaya, menegaskan bahwa apresiasi ini bukan sekadar seremoni, melainkan penghargaan strategis bagi badan publik yang benar-benar konsisten menerapkan keterbukaan informasi sesuai amanat UU Nomor 14 Tahun 2008.
“Keterbukaan informasi adalah pilar penting mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan meningkatkan kepercayaan publik,” ujar Riny yang juga Sekretaris Dinas Kominfopers Sulbar. Menurutnya, anugerah ini menjadi simbol komitmen bersama untuk menghadirkan pemerintahan yang transparan, efektif, efisien, dan akuntabel.
Riny menjelaskan, tujuan utama kegiatan ini adalah mengapresiasi badan publik yang menunjukkan kinerja terbaik dalam layanan informasi—mulai dari kualitas layanan, keterbukaan dokumen publik, hingga konsistensi dalam implementasi kebijakan informasi.
Ia menyebut sedikitnya 104 badan publik diundang hadir, terdiri dari instansi vertikal provinsi dan kabupaten, seluruh organisasi perangkat daerah Pemprov Sulbar, serta pemerintah kabupaten se-Sulawesi Barat. Kehadiran ratusan peserta itu menjadi sinyal kuat bahwa semangat transparansi kian mengakar di wilayah ini.
Riny berharap Anugerah Keterbukaan Informasi Publik Sulbar 2025 mampu mendorong badan publik untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas layanan informasinya. Kesadaran akan pentingnya transparansi diharapkan tumbuh lebih kuat demi mendukung implementasi UU KIP yang semakin relevan.
“Tiada gading yang tak retak. Kami memohon maaf jika masih ada kekurangan dalam penyelenggaraan acara. Semoga penghargaan ini menjadi inspirasi untuk bekerja lebih profesional dan menghadirkan pemerintahan yang makin terbuka serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia,” tutupnya.
Anugerah perdana KI Sulbar ini bukan hanya selebrasi, tetapi lonceng perubahan menuju era pemerintahan terbuka yang menempatkan publik sebagai pusat informasi dan pelayanan. Sebuah langkah maju untuk Sulawesi Barat yang lebih transparan.










