Makassar — Panggung seleksi pejabat strategis di Sulawesi Barat kembali berdenyut kencang. Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) resmi menuntaskan tahapan tes wawancara Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Tahun 2025 yang digelar di LAN Makassar, Sabtu 22 November 2025. Agenda ini menjadi gerbang penentu bagi para kandidat yang tengah berupaya menembus lingkaran jabatan eselon tinggi Pemprov Sulbar.
Sejak pukul 08.00 WITA, sebanyak 34 peserta yang telah melewati tahapan assessment kompetensi dipanggil satu per satu memasuki ruang wawancara. Suasana berlangsung seperti ruang kendali masa depan birokrasi: serius, fokus, namun tetap rapi dalam alurnya. Para peserta digali secara mendalam mengenai kapasitas kepemimpinan, integritas personal, ketajaman manajerial, serta kesiapan menghadapi tantangan strategis perangkat daerah di Sulbar.
Rentetan pertanyaan dari tim penguji menjadi saringan akhir untuk mengukur siapa yang benar-benar siap memikul amanah publik. Proses wawancara berlangsung maraton hingga pukul 16.00 WITA, namun tetap tenang seperti orkestrasi yang disusun cermat. Di penghujung kegiatan, Kepala BKD Sulbar, Herdin Ismail, secara resmi menutup rangkaian wawancara tersebut.
Dalam sambutannya, Herdin memberikan apresiasi pada seluruh peserta yang menunjukkan keseriusan dan dedikasi tinggi selama proses berlangsung. Ia menegaskan bahwa seleksi terbuka JPT Pratama merupakan wujud komitmen kuat Pemprov Sulbar di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga dalam menegakkan prinsip sistem merit. Setiap jabatan strategis, kata Herdin, harus diisi oleh pejabat yang kompeten, berintegritas, serta memiliki rekam jejak kinerja yang layak diandalkan.
Dengan tuntasnya sesi wawancara, seleksi JPT Pratama Pemprov Sulbar kini bergerak menuju fase penilaian akhir sebelum hasil resmi ditetapkan sesuai ketentuan perundang-undangan. Para peserta hanya bisa menanti, sementara mesin seleksi terus bekerja menuju formasi terbaik untuk memimpin birokrasi Sulawesi Barat ke level berikutnya.










