Mamuju — Wakil Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Salim S. Mengga, menunjukkan kepedulian mendalam terhadap warganya dengan melakukan kunjungan kemanusiaan ke RSUD Sulbar, Jumat, 21 November 2025. Ia menjenguk dua korban gempa dahsyat Mamuju tahun 2021 yang hingga kini masih menjalani perawatan medis.
Kunjungan ini bukan sekadar agenda seremonial, tetapi wujud nyata kehadiran pemerintah dalam meringankan beban masyarakat terdampak bencana. Langkah tersebut sekaligus menjadi implementasi Panca Daya ke-3: Membangun SDM Unggul dan Berkarakter, khususnya dalam menanamkan nilai empati, solidaritas, dan kepedulian dalam sektor pelayanan kesehatan.
Setibanya di rumah sakit, Wagub Salim S. Mengga langsung menuju ruang perawatan. Ia menyapa dan memberikan dukungan kepada pasien sembari memastikan seluruh kebutuhan medis tertangani dengan baik. Dua pasien yang dijenguk adalah Kurniawan, warga Desa Bambu, dan Sahring, warga Kecamatan Tapalang.
Dengan nada penuh empati, Wagub mendoakan agar keduanya segera pulih dan kembali beraktivitas seperti sedia kala. Ia juga berbincang dengan keluarga pasien untuk memastikan pendampingan dan kebutuhan dasar mereka terpenuhi selama masa perawatan berlangsung.
“Saya berharap keluarga pasien tetap tabah dan yakin bahwa pemerintah hadir untuk membantu sepenuhnya,” ujar Salim.
Tak hanya itu, ia juga memberikan penekanan khusus kepada pihak rumah sakit.
“Kepada pihak rumah sakit, saya meminta agar memberikan perawatan yang sebaik-baiknya,” tegasnya.
Kunjungan tersebut turut didampingi oleh manajemen RSUD Sulbar, termasuk Kabid Pelayanan Nurwardi Nur, bersama sejumlah tenaga kesehatan yang memaparkan kondisi terbaru para pasien serta kesiapan fasilitas rumah sakit dalam memberikan pelayanan optimal.
Agenda kemanusiaan ini menjadi bukti nyata komitmen Pemprov Sulbar dalam membangun sumber daya manusia kesehatan yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki karakter, integritas, dan empati dalam melayani masyarakat. Kehadiran Wakil Gubernur Sulbar di tengah penderitaan warga menjadi penguatan nilai bahwa pemerintah tidak tinggal diam—pemerintah hadir, peduli, dan bertindak.










