Mamuju – Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Barat (Dinsos Sulbar) bergerak cepat menuntaskan tahapan awal pembangunan Sekolah Rakyat, sebuah program pendidikan inklusif yang digagas untuk memperkuat kualitas SDM di Bumi Tanah Malaqbi. Hal itu ditegaskan dalam rapat teknis penyusunan dan kelengkapan dokumen pembangunan Sekolah Rakyat yang digelar pada Senin (8/12/2025).
Rapat yang dipimpin langsung Kepala Dinas Sosial Sulbar, Abdul Wahab Hasan Sulur, itu menghadirkan berbagai instansi strategis. Hadir dalam pertemuan tersebut Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kehutanan, Dinas Perhubungan, BPKAD, Badan Pertanahan, serta Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Kementerian PUPR Sulbar.
Koordinasi lintas sektor tersebut fokus membahas sinkronisasi dokumen teknis, kesiapan lahan, kesesuaian tata ruang, hingga dukungan anggaran. Setiap instansi memberikan masukan berdasarkan kewenangannya, mulai dari legalitas lahan, aksesibilitas kawasan, penyediaan utilitas dasar, sampai kajian lingkungan yang wajib dipenuhi sebelum pembangunan dimulai.
Menurut Abdul Wahab, percepatan ini penting agar pembangunan Sekolah Rakyat tidak hanya memenuhi standar fisik, tetapi juga sesuai regulasi dan kebutuhan masyarakat.
“Pembangunan Sekolah Rakyat bukan hanya soal bangunan fisik, tetapi memastikan seluruh aspek perencanaan terpenuhi. Program ini diharapkan menjadi model pelayanan pendidikan inklusif di Sulbar,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa penyusunan dokumen teknis dan administrasi harus rampung tepat waktu agar pembangunan bisa segera masuk ke tahap berikutnya.
“Kami targetkan dokumen selesai sesuai jadwal. Dengan dukungan penuh seluruh instansi terkait, kami optimistis Sekolah Rakyat segera terealisasi. Ini sejalan dengan visi misi Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga dalam membangun SDM Sulbar yang unggul dan berkarakter,” tambahnya.
Rapat tersebut sekaligus menjadi tonggak penguatan komitmen bersama untuk menghadirkan fasilitas pendidikan inklusif yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan bagi masyarakat Sulawesi Barat. Dengan kolaborasi kuat lintas lembaga, pembangunan Sekolah Rakyat diharapkan segera memasuki tahap konstruksi dan menjadi simbol kemajuan pendidikan daerah.










