118 Desa Masih Blankspot, Ridwan Djafar Tegaskan Sulbar Butuh Lompatan Digital Besar

- Jurnalis

Kamis, 11 Desember 2025 - 19:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAMUJU – Plt. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Kominfopers) Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Ridwan Djafar, mengeluarkan pernyataan tegas terkait kondisi konektivitas yang masih menjadi persoalan mendasar pembangunan digital di Sulbar. Hal itu ia sampaikan saat menjadi narasumber Podcast bersama konten kreator Rijal Jamal, Kamis 11 Desember 2025.

Ridwan mengungkapkan fakta mencengangkan: hingga akhir 2025, masih terdapat 118 desa blankspot 4G serta 177 titik layanan publik yang belum memiliki akses internet. Kondisi ini dinilai sebagai hambatan serius bagi percepatan pelayanan publik berbasis digital.

“Ini bukan sekadar soal sinyal. Ini soal masa depan pelayanan publik kita. Kita tidak bisa modern kalau akses internet masih timpang,” ujarnya.

Menurutnya, persoalan konektivitas hanyalah bagian dari masalah yang lebih besar. Digitalisasi di Sulbar saat ini masih berjalan parsial dan belum terintegrasi, sehingga sejumlah layanan pemerintahan belum memberikan kinerja optimal.

Karena itu, Ridwan mendorong percepatan kerangka besar “Sulbar Digital”, konsep transformasi digital yang menjadi fondasi misi Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S Mengga dalam memperkuat tata kelola pemerintahan dan meningkatkan kualitas pelayanan dasar.

“Sulbar Digital adalah lompatan. Bukan tambal sulam. Semua aspek harus bergerak bersama: internetnya, layanannya, datanya, SDM-nya, sampai keamanan sibernya. Kalau hanya membenahi satu sisi, kita tidak akan maju,” tegas Ridwan.

Ia menjelaskan bahwa ekosistem digital tidak mungkin terbangun tanpa integrasi data antar-OPD, dashboard analitik untuk pengambilan keputusan, hingga peningkatan standar kompetensi digital ASN dan masyarakat.

Meski begitu, Pemerintah Provinsi Sulbar disebut tetap berkomitmen menangani blankspot secara bertahap, walau menghadapi kebijakan efisiensi anggaran.

“Kalau tidak bisa dituntaskan di 2026 karena keterbatasan fiskal, kita lakukan intervensi bertahap. Yang jelas, komitmen mengurangi blankspot tidak boleh berhenti. Ini menyangkut pendidikan, kesehatan, dan peluang ekonomi masyarakat,” katanya.

Menutup dialog, Ridwan menegaskan bahwa transformasi digital adalah fondasi utama kemajuan daerah.

“Kalau Sulbar ingin maju, digitalisasinya harus maju dulu. Kominfo harus jadi orkestrator perubahan itu. Kita harus bergerak cepat, terukur, dan berbasis data,” pungkasnya.

Berita Terkait

Mulai 25 Oktober, Wings Air Terbang Pagi dari Mamuju, Koneksi ke Makassar Makin Mudah
PAW Anggota DPRD Pasangkayu Dibahas, Biro Kesra Sulbar Pastikan Proses Sesuai Aturan
Biro Pemkesra Sulbar Gembleng 60 Pemuda Masjid, Perkuat Mental dan Spiritual Generasi Muda
Bapenda Sulbar Gandeng Bank Sulselbar, ASN Kini Punya Opsi Kredit untuk Bayar Pajak Kendaraan
Sulbar Tembus 6 Besar Nasional Digitalisasi Perlinsos, 73.230 KK Sudah Terdata
Bapenda Sulbar Gencarkan Pengawasan Rokok Ilegal, Pedagang Diimbau Waspada!
Lawan Penipuan Digital, Pemprov Sulbar Luncurkan Scam Ready ASEAN!
Sulbar Jajaki Kerja Sama dengan Amerika Serikat, Pendidikan dan Kesehatan Jadi Prioritas
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Mulai 25 Oktober, Wings Air Terbang Pagi dari Mamuju, Koneksi ke Makassar Makin Mudah

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:02 WIB

PAW Anggota DPRD Pasangkayu Dibahas, Biro Kesra Sulbar Pastikan Proses Sesuai Aturan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:59 WIB

Biro Pemkesra Sulbar Gembleng 60 Pemuda Masjid, Perkuat Mental dan Spiritual Generasi Muda

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:38 WIB

Bapenda Sulbar Gandeng Bank Sulselbar, ASN Kini Punya Opsi Kredit untuk Bayar Pajak Kendaraan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:35 WIB

Sulbar Tembus 6 Besar Nasional Digitalisasi Perlinsos, 73.230 KK Sudah Terdata

Berita Terbaru