Mamasa — Upaya membangkitkan budaya literasi di Kabupaten Mamasa terus digenjot. Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Mamasa menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Membaca Nyaring sebagai strategi konkret meningkatkan kompetensi literasi dan menanamkan budaya gemar membaca di tengah masyarakat.
Bimtek tersebut berlangsung selama dua hari, 15–16 Desember 2025, bertempat di Aula Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Mamasa, dan diikuti oleh peserta dari berbagai unsur pengelola perpustakaan, pegiat literasi, serta tenaga pendidik.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Bupati Mamasa yang diwakili Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Mamasa, Lukman. Dalam sambutannya, Lukman menegaskan bahwa membaca nyaring merupakan metode sederhana namun efektif untuk menumbuhkan minat baca, meningkatkan kemampuan literasi, sekaligus membangun kebiasaan belajar sejak usia dini.
“Literasi adalah fondasi utama pembangunan sumber daya manusia. Membaca nyaring bukan hanya soal membaca, tetapi membangun interaksi, imajinasi, dan daya pikir kritis masyarakat,” ujarnya.
Bimtek ini menghadirkan narasumber kompeten di bidang literasi, salah satunya Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Barat, Mustari Mula, yang tampil sebagai narasumber utama. Ia menekankan bahwa membaca nyaring memiliki dampak ganda, baik bagi pembaca maupun pendengar.
“Membaca nyaring adalah aktivitas literasi yang murah, mudah, tapi dampaknya luar biasa. Ia memperkuat kemampuan membaca, memperkaya kosakata, serta membangun kedekatan emosional dan apresiasi terhadap informasi,” jelas Mustari.
Menurutnya, pelaksanaan bimtek ini sejalan dengan arah kebijakan pembangunan literasi di Sulawesi Barat, khususnya melalui Program Sulbar Mandarras yang digagas oleh Gubernur Sulbar Suhardi Duka bersama Wakil Gubernur Salim S. Mengga, yang menempatkan literasi sebagai pilar penting pembangunan daerah.
Selain itu, peserta juga dibekali materi inspiratif dari Adi Arwan Alimin, yang membagikan pengalaman dan praktik baik penerapan membaca nyaring sebagai pendekatan edukatif yang aplikatif, kreatif, dan mudah diterapkan di berbagai ruang literasi.
Melalui bimtek ini, peserta diharapkan tidak hanya memahami konsep membaca nyaring secara teoritis, tetapi juga mampu mengimplementasikannya secara langsung di perpustakaan, sekolah, dan ruang literasi masyarakat.
Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Mamasa menegaskan komitmennya untuk terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia literasi. Langkah ini diyakini menjadi kunci dalam mewujudkan masyarakat Mamasa yang cerdas, literat, dan berdaya saing di masa depan.










