Mamuju — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) tancap gas memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana. Hal itu ditegaskan dalam rapat koordinasi (rakor) internal yang digelar di Ruang Rapat BPBD Sulbar, Senin (5/1/2026) pukul 10.30 WITA.
Rakor dipimpin langsung Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sulbar, Muhammad Yasir Fattah, didampingi Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Arnidah, serta Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Husain Manyur. Kegiatan ini dihadiri para pejabat fungsional BPBD Sulbar sebagai bagian dari penguatan soliditas internal lembaga.
Dalam arahannya, Muhammad Yasir Fattah menegaskan rakor ini merupakan tindak lanjut dari petunjuk dan arahan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka (SDK), yang menekankan pentingnya pelayanan publik yang cepat, responsif, dan profesional, khususnya dalam penanggulangan bencana.
“Pelayanan kepada masyarakat harus menjadi prioritas utama. BPBD dituntut hadir cepat, tepat, dan profesional, baik dalam upaya pengurangan risiko bencana maupun saat penanganan kedaruratan,” tegas Yasir Fattah.
Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kinerja dan koordinasi lintas bidang di internal BPBD Sulbar, mengingat dinamika cuaca dan potensi bencana yang terus berkembang di wilayah Sulawesi Barat.
“Kondisi cuaca saat ini sangat dinamis. Seluruh jajaran harus meningkatkan kesiapsiagaan, memperkuat koordinasi, dan memastikan setiap prosedur penanganan bencana berjalan efektif,” lanjutnya.
Tak hanya itu, Yasir Fattah menekankan agar seluruh pejabat fungsional benar-benar memahami peran dan tanggung jawab masing-masing. Menurutnya, kejelasan tugas menjadi kunci dalam menciptakan respon cepat dan terintegrasi saat terjadi bencana.
“Setiap personel harus paham tupoksinya. Tidak boleh ada keraguan di lapangan ketika masyarakat membutuhkan kehadiran negara melalui BPBD,” tandasnya.
Melalui rakor internal ini, BPBD Sulbar berharap sinergi dan soliditas antarbidang semakin kuat, sehingga mampu mendukung terwujudnya sistem penanggulangan bencana yang efektif, terpadu, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat Sulawesi Barat.










