MAMUJU — Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Sulawesi Barat mulai memanaskan mesin reformasi birokrasi. Melalui rapat rencana penyelenggaraan Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), BKPSDM Sulbar menegaskan komitmennya menyiapkan ASN unggul, berintegritas, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Rapat strategis tersebut digelar di Ruang Kerja Kepala BKPSDM Provinsi Sulawesi Barat, Rabu, 14 Januari 2026, dan dipimpin langsung Kepala BKPSDM Sulbar, Herdin Ismail. Sejumlah pihak lintas instansi turut hadir, mulai dari Widyaiswara BKPSDM, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov Sulbar, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD), hingga Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang diwakili oleh Praja IPDN.
Pelaksanaan Latsar CPNS ini menjadi bagian penting dari misi besar Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga, khususnya dalam membangun Sumber Daya Manusia Sulbar yang unggul, berkarakter, dan profesional sejak dini.
Dalam rapat tersebut, dibahas secara komprehensif konsep dan teknis pelaksanaan Latsar CPNS yang akan digelar secara lingkup, dengan melibatkan langsung Widyaiswara BKPSDM sebagai tenaga pengajar utama. Seluruh pelaksanaan Latsar dipastikan mengacu penuh pada ketentuan Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia, baik dari sisi kurikulum, metode pembelajaran, hingga mekanisme evaluasi.
Menariknya, Latsar CPNS 2026 akan mengadopsi model Blended Learning (Hybrid), yakni memadukan Classical Learning (tatap muka) dan E-Learning melalui Learning Management System (LMS). Skema ini dinilai paling adaptif terhadap tantangan zaman sekaligus tetap menjaga kualitas pembelajaran.
“Pengaturan jadwal dan metode pembelajaran akan disesuaikan dengan karakteristik peserta dari masing-masing instansi,” mengemuka dalam rapat tersebut.
Isu krusial yang turut menjadi sorotan adalah kesiapan infrastruktur jaringan, terutama mengingat sekitar 85 persen proses pembelajaran akan dilaksanakan secara daring. Menyikapi hal ini, Kepala BKPSDM Sulbar menawarkan solusi konkret dengan membangun kolaborasi bersama Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Kominfo) Provinsi Sulawesi Barat untuk memfasilitasi kebutuhan link Zoom selama pelatihan berlangsung.
Rapat juga menyepakati bahwa tahapan MOOD (Massive Open Online Course/Distance Learning) dijadwalkan mulai 19 Januari 2026. Seluruh tahapan ini dilaksanakan secara penuh melalui e-learning, dengan pengawasan dan monitoring langsung oleh BPSDM Provinsi Sulawesi Barat. Peserta diwajibkan menuntaskan seluruh modul dan penugasan sebagai syarat mutlak untuk mengikuti tahapan pembelajaran selanjutnya.
Kepala BKPSDM Sulbar, Herdin Ismail, menegaskan bahwa Latsar CPNS tidak boleh dilaksanakan secara seremonial semata, melainkan harus terencana, tertib, dan berdampak nyata.
“Latsar CPNS merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter, integritas, serta profesionalisme ASN sejak awal. Oleh karena itu, pelaksanaannya harus mengacu penuh pada ketentuan LAN RI dan didukung oleh kesiapan sistem pembelajaran yang baik,” tegas Herdin.
Ia juga menekankan bahwa penerapan model hybrid merupakan langkah strategis dan adaptif.
“Dengan model blended learning, kita tetap menjaga kualitas pembelajaran tatap muka, sekaligus memaksimalkan pemanfaatan teknologi melalui e-learning. Namun, ini tentu harus didukung oleh infrastruktur jaringan yang memadai,” tambahnya.
Lebih jauh, Herdin menekankan pentingnya kolaborasi lintas perangkat daerah dan instansi terkait. BKPSDM Sulbar mendorong sinergi dengan Dinas Kominfo serta seluruh instansi asal peserta agar pelaksanaan Latsar CPNS berjalan lancar, efektif, dan memberi dampak nyata bagi peningkatan kualitas ASN Sulawesi Barat.
Dalam aspek teknis dan koordinasi, BPSDM Provinsi Sulawesi Barat ditetapkan sebagai penyelenggara utama Latsar CPNS. Sementara itu, instansi asal peserta—yakni Pemprov Sulbar, KPUD, dan IPDN—diminta segera menyampaikan data peserta secara resmi serta memastikan kesiapan peserta mengikuti pembelajaran daring maupun luring. Jadwal tahapan Classical Learning akan disampaikan lebih lanjut melalui surat resmi.
Pada kesempatan yang sama, Jumail, Widyaiswara Ahli Madya BKPSDM, turut mengusulkan agar BKPSDM Sulbar membangun komunikasi lintas OPD dan instansi vertikal dalam penyelenggaraan pelatihan. Usulan ini mencakup penjajakan kerja sama pelatihan teknis, fungsional, hingga Latsar CPNS ke depan, sebagai langkah strategis memperkuat sinergi dan peningkatan kompetensi ASN secara berkelanjutan.
Dengan perencanaan matang dan kolaborasi lintas sektor, BKPSDM Sulbar optimistis Latsar CPNS 2026 akan menjadi tonggak penting dalam mencetak ASN Sulbar yang berintegritas, profesional, dan siap menjawab tantangan pelayanan publik modern.










