Diguyur Hujan Tanpa Henti, Longsor Mamasa Ancam 10 KK

- Jurnalis

Minggu, 14 Desember 2025 - 12:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mamuju — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Mamasa selama berjam-jam memicu bencana tanah longsor yang mengancam keselamatan warga. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat melalui Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) menerima laporan resmi dari Pusdalops BPBD Kabupaten Mamasa pada Sabtu, 13 Desember 2025, sekitar pukul 22.00 Wita.

Peristiwa tanah longsor tersebut terjadi di Dusun Salukatambi, Desa Penatangan, Kecamatan Buntumalangka, Kabupaten Mamasa, pada Jumat, 12 Desember 2025, sekitar pukul 16.00 Wita. Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka, dampak longsor dinilai cukup serius dan berpotensi meluas.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mamasa, Gusti Harmiawan, menjelaskan bahwa longsor dipicu oleh curah hujan tinggi yang berlangsung secara terus-menerus. Kondisi tanah yang labil tidak mampu menahan debit air, sehingga material longsoran bergerak dan menggerus pekarangan warga.

“Hasil pendataan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Mamasa menunjukkan material longsor menyebabkan pekarangan warga terbawa arus. Akibatnya, sedikitnya 10 kepala keluarga terancam kehilangan tempat tinggal karena rumah mereka berpotensi ambruk,” ungkap Gusti.

Ia menegaskan, ancaman tidak hanya berhenti pada longsor susulan, tetapi juga potensi banjir yang dapat terjadi jika hujan kembali mengguyur kawasan tersebut. Untuk itu, BPBD Kabupaten Mamasa telah melakukan koordinasi intensif dengan BPBD Provinsi Sulawesi Barat, TNI, Polri, serta instansi terkait lainnya, termasuk pemerintah kecamatan dan desa.

“Langkah penanganan darurat dan pemantauan lanjutan terus kami lakukan. Fokus utama saat ini adalah keselamatan warga serta antisipasi bencana susulan,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad
Yasir Fattah, memastikan pihaknya terus memantau perkembangan situasi di lapangan. Ia menegaskan kesiapsiagaan menjadi kunci dalam menghadapi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.

“Sesuai arahan Gubernur Sulawesi Barat, Bapak Suhardi Duka, seluruh jajaran BPBD diminta meningkatkan kewaspadaan, memperkuat koordinasi lintas sektor, dan memastikan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap penanganan bencana,” tegas Yasir.

BPBD mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di daerah rawan longsor, agar tetap waspada dan segera melapor jika menemukan tanda-tanda pergerakan tanah. Cuaca ekstrem yang masih berlanjut dinilai menjadi ancaman serius, sehingga kesiapsiagaan semua pihak menjadi faktor penentu untuk meminimalkan risiko dan dampak bencana.

Berita Terkait

Sektor Sawit Sumbang 30% Perekonomian Sulbar, Sekda Junda: SDM Petani Harus Ditingkatkan
Beasiswa Pendidikan hingga Stunting, Pemprov Sulbar Buka Ruang Dialog Digital
Inspektorat Sulbar Ekspose Review RAPBD 2027, Soroti Efektivitas dan Akuntabilitas Anggaran
DKPPKB Sulbar Edukasi Warga Mamuju Kelola Obat dengan Prinsip DAGUSIBU
Sulbar Perkuat Jejaring Labkesmas Mamasa Lewat Program InPULS
WFH ASN Sulbar Berbasis Digital, DiskominfoSS Dampingi RSUD Optimalkan Aplikasi Fleksi
BPBD Sulbar Latih Siswa SMAN 1 Mamuju Hadapi Bencana
Diskominfo Sulbar Luncurkan Live Streaming, Warga Bisa Langsung Sampaikan Aspirasi
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 20:32 WIB

Sektor Sawit Sumbang 30% Perekonomian Sulbar, Sekda Junda: SDM Petani Harus Ditingkatkan

Rabu, 9 September 2026 - 20:29 WIB

Beasiswa Pendidikan hingga Stunting, Pemprov Sulbar Buka Ruang Dialog Digital

Selasa, 8 September 2026 - 22:28 WIB

Inspektorat Sulbar Ekspose Review RAPBD 2027, Soroti Efektivitas dan Akuntabilitas Anggaran

Selasa, 8 September 2026 - 22:25 WIB

DKPPKB Sulbar Edukasi Warga Mamuju Kelola Obat dengan Prinsip DAGUSIBU

Selasa, 8 September 2026 - 22:22 WIB

Sulbar Perkuat Jejaring Labkesmas Mamasa Lewat Program InPULS

Berita Terbaru