MAMUJU — Kabar menggembirakan datang dari kinerja ekonomi Sulawesi Barat. Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulbar, Eka Putra Budi Nugroho, mengungkapkan bahwa ekonomi Sulbar tumbuh kuat sebesar 5,8 persen secara year on year (yoy), menempatkan Sulbar sebagai salah satu dari lima provinsi dengan pertumbuhan ekonomi terbaik di Indonesia.
“Ini menjadi angin segar untuk Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Bapak Gubernur Suhardi Duka (SDK). Pemerintah daerah berperan besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang terus menunjukkan tren positif,” ujar Eka Putra.
Ia menegaskan, BI tetap konsisten mendukung pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas sekaligus memperkuat geliat ekonomi. Salah satu fokus utama BI yakni pengembangan UMKM sebagai kekuatan ekonomi lokal.
“Program BI terus berjalan, terutama pengembangan UMKM-UMKM yang menjadi andalan daerah,” tambahnya.
Terkait kebijakan Menteri Keuangan dan perkembangan Kredit Usaha Rakyat (KUR), Eka Putra mengakui bahwa penyaluran KUR secara nasional, termasuk di Sulbar, mengalami perlambatan akibat beberapa faktor yang saat ini tengah dibahas lintas lembaga.
“Kami akan bekerja sama dengan OJK untuk mencari solusi agar KUR kembali optimal sebagai salah satu tools pengungkit ekonomi rakyat. Ini tantangan besar ke depan,” tegasnya.
Sementara untuk angka terbaru Non-Performing Loan (NPL), BI menyampaikan masih menunggu laporan resmi karena terdapat jeda pelaporan dua bulan.
Dalam pemaparannya, Eka membeberkan bahwa sektor perkebunan—khususnya sawit—menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Sulbar, menyumbang sekitar 47–48 persen.
Sektor berikutnya yang memiliki peran signifikan adalah industri pengolahan dengan kontribusi 11–12 persen, utamanya dari aktivitas pengolahan hasil perkebunan.
Eka juga mendorong agar hilirisasi produk perkebunan semakin diperkuat agar Sulbar semakin kompetitif dan tidak hanya bergantung pada komoditas mentah.
Selain sawit dan industri pengolahan, sektor perdagangan dinilai memiliki potensi besar sebagai pendorong ekonomi berikutnya karena berkaitan erat dengan aktivitas ritel dan konsumsi masyarakat.
“Jika sektor perdagangan kita galakkan, itu bisa menjadi pendorong utama,” katanya.
BI juga menilai sektor perikanan sebagai kekuatan masa depan Sulbar. Dengan garis pantai yang panjang dan kontribusi besar dalam perikanan kawasan timur Indonesia, Eka menyebut sektor ini dapat menjadi lokomotif pertumbuhan baru.
“Potensi perikanan Sulbar sangat besar. Jika dikelola optimal, ini bisa menjadi ujung tombak ekonomi masa depan,” tuturnya.










