MAMUJU – Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPW KKSS) Provinsi Sulawesi Barat sukses menggelar Musyawarah Kerja Wilayah (MUKERWIL) I Periode 2025–2030 di Taman Karema, Mamuju, Sabtu (13/6/2026).
Forum organisasi tertinggi tersebut menghasilkan berbagai program strategis yang akan menjadi pedoman kerja BPW KKSS Sulbar dalam lima tahun ke depan.
MUKERWIL I yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan ini berhasil mengesahkan cetak biru (blueprint) program kerja dari 16 departemen dan 2 satuan tugas (Satgas) khusus sebagai arah pembangunan organisasi sekaligus kontribusi nyata bagi kemajuan Sulawesi Barat.
Ketua BPW KKSS Sulawesi Barat, DR. Haedar Harun, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas semangat dan kedewasaan seluruh peserta dalam merumuskan program-program yang dinilai realistis, terukur, dan berpihak pada kebutuhan masyarakat.
“Alhamdulillah, melalui dinamika sidang komisi yang sangat produktif, kita berhasil menyatukan visi. Saya berharap seluruh hasil rumusan program kerja dari 16 departemen dan 2 satgas ini tidak hanya menjadi dokumen organisasi, tetapi segera diwujudkan dalam aksi nyata yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” ujar Haedar Harun saat menutup kegiatan.
Ia menegaskan bahwa KKSS harus terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan, sekaligus menjaga nilai-nilai persaudaraan dan kebudayaan Sulawesi Selatan di tanah rantau.
Mengusung tema “Sinergi Warga KKSS Menuju Sulawesi Barat yang Maju dan Sejahtera”, Haedar mengajak seluruh warga KKSS untuk menjunjung tinggi falsafah “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung” sebagai landasan dalam berkontribusi di Bumi Malaqbi Sulawesi Barat.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana MUKERWIL I, H. Eman Sulaiman, S.E., M.M., C.MTr., C.IBST., mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari pembukaan, pembahasan di tiga komisi hingga pleno penetapan program kerja.
Menurutnya, pembahasan yang dibagi ke dalam Komisi A, B, dan C membuat proses perumusan program berjalan lebih fokus, terarah, serta mempertimbangkan aspek efektivitas dan kemampuan organisasi dalam pelaksanaannya.
Salah satu program unggulan yang menjadi perhatian dalam MUKERWIL kali ini adalah percepatan transformasi digital organisasi melalui pembangunan sistem satu data warga KKSS Sulawesi Barat.
“Dalam waktu dekat kita akan mengakselerasi pembuatan aplikasi E-KTA terintegrasi untuk mendata seluruh warga perantau asal Sulawesi Selatan yang berada di Sulawesi Barat secara bertahap. Program ini menjadi fondasi penting dalam memperkuat basis data organisasi,” jelas Eman.
Selain digitalisasi, MUKERWIL juga menetapkan sejumlah program prioritas lainnya, di antaranya pendirian Koperasi Primer KKSS sebagai penguatan sektor ekonomi warga, serta pembentukan Tim Satuan Reaksi Cepat Tanggap Bencana sebagai bentuk kepedulian sosial dan kesiapsiagaan organisasi dalam membantu masyarakat saat terjadi bencana.
Eman turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta, panitia, dan pengurus yang telah berpartisipasi aktif menyukseskan kegiatan yang digelar secara swadaya dan penuh semangat gotong royong tersebut.
Penutupan MUKERWIL I BPW KKSS Sulbar ditandai dengan penandatanganan konsideran keputusan sidang secara simbolis, dilanjutkan pembacaan doa dan sesi foto bersama jajaran dewan, pengurus harian BPW, ketua departemen, satgas, serta perwakilan BPD KKSS kabupaten se-Sulawesi Barat.
Dengan berakhirnya MUKERWIL I, BPW KKSS Sulbar kini memiliki peta jalan organisasi yang lebih terarah untuk memperkuat peran warga perantau Sulawesi Selatan dalam mendukung pembangunan daerah, pemberdayaan ekonomi, transformasi digital, serta kegiatan sosial kemasyarakatan di Sulawesi Barat.










