Makassar — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) resmi membuka rangkaian Assessment Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Tahun 2025, Jumat, 21 November 2025. Kegiatan bergengsi yang menjadi gerbang penentuan pejabat strategis daerah ini digelar di Lembaga Administrasi Negara (LAN) Makassar) dan diikuti oleh 34 peserta dari berbagai perangkat daerah lingkup Pemprov Sulbar.
Pembukaan kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala BKD Sulbar, Herdin Ismail, yang menegaskan bahwa seleksi JPT bukan sekadar rutinitas birokrasi, tetapi merupakan tolak ukur kualitas kepemimpinan Sulbar ke depan.
“Seleksi ini adalah momentum memastikan bahwa pejabat yang nantinya duduk di kursi strategis benar-benar memiliki kompetensi, integritas, dan kapasitas manajerial yang mumpuni,” tegas Herdin dalam sambutannya.
Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan arahan dari Kepala Pusat Penilaian Kompetensi ASN (Pusjar SKMP) LAN Makassar, Muhammad Aswad, yang menegaskan komitmen LAN dalam menghadirkan proses assesment yang objektif, profesional, dan berstandar nasional.
Assessment berlangsung selama dua hari, 21–22 November 2025, dengan berbagai metode pengukuran kompetensi seperti simulasi manajerial, wawancara kompetensi, analisis kasus, hingga pengukuran potensi kepemimpinan.
Penyelenggaraan assessment JPT tahun ini menjadi salah satu langkah strategis Pemprov Sulbar di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga. Keduanya menekankan bahwa pengisian jabatan tinggi harus mengikuti kaidah transparansi, akuntabilitas, dan sistem merit ASN, demi memastikan penyelenggaraan pemerintahan yang profesional dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Dengan seleksi yang ketat dan proses penilaian yang terukur, Pemprov Sulbar berharap para peserta yang lolos merupakan figur terbaik yang mampu mengakselerasi kinerja birokrasi dan memperkuat tata kelola pemerintahan daerah.
Agenda assessment ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa Pemprov Sulbar terus mendorong pembenahan aparatur secara serius, memastikan jabatan strategis diisi oleh pejabat berkompeten, berintegritas, dan visioner untuk pembangunan Sulawesi Barat tahun-tahun mendatang.










