Mamuju – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat kembali memperkuat komitmen menuju tata kelola pemerintahan modern dan berintegritas melalui penyelenggaraan kegiatan Digitalisasi Layanan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) dan ASN yang resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulbar, Junda Maulana, Senin 8 Desember 2025, di Ruang Theater Lantai 2 Kantor Gubernur Sulbar.
Iklan Bersponsor Google
Dengan mengusung tema “Penerapan Teknologi Digital Terhadap Peningkatan Pelayanan Publik”, kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam merealisasikan misi kelima Panca Daya kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga, yakni menghadirkan tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, serta menyediakan pelayanan dasar yang berkualitas.
Dalam sambutannya, Sekda Junda Maulana memberikan penekanan kuat mengenai pentingnya integritas sebagai pondasi dalam pembangunan sistem layanan publik berbasis digital.
“Dalam membangun sistem, integritas harus ditempatkan pada urutan pertama. Hasil survei selama 30 tahun menunjukkan bahwa kejujuran menjadi faktor utama keberhasilan para CEO,” tegas Junda.
Ia menjelaskan bahwa upaya mewujudkan pelayanan publik berintegritas hanya dapat berjalan efektif melalui tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, serta dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, transformasi digital bukan sekadar modernisasi, melainkan strategi untuk memperkuat clean and good governance secara menyeluruh.
Menurut Junda Maulana, ada dua langkah fundamental yang harus dilakukan bersamaan: memperbaiki perilaku ASN dan membenahi sistem untuk menutup potensi celah penyimpangan.
“Perilaku ASN harus dibangun dengan integritas, disiplin, dedikasi, dan loyalitas. Sementara sistem, seperti digitalisasi ini, dibangun untuk menutup celah kesempatan yang dapat memicu penyimpangan,” jelasnya. Ia juga menegaskan, “Kejahatan terjadi jika ada niat dan kesempatan. Niat berkaitan dengan perilaku, sedangkan kesempatan berkaitan dengan sistem. Digitalisasi adalah sistem yang dibangun untuk meminimalisir kesempatan tersebut.”
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan berbagai Ormas dan ASN dari seluruh OPD lingkup Pemprov Sulbar. Forum ini sekaligus menjadi wadah literasi digital dan penguatan kapasitas aparatur dalam menghadapi percepatan transformasi layanan publik.
Melalui digitalisasi layanan ini, Pemprov Sulbar menargetkan pelayanan yang lebih transparan, efisien, anti penyimpangan, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara cepat dan akurat. Transformasi ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam membangun pemerintahan yang adaptif dan kredibel di era digital.
Iklan Google AdSense










