Wagub Sulbar: Investor Dipersilakan Masuk, Tapi Alam Tidak Boleh Rusak

- Jurnalis

Sabtu, 6 Desember 2025 - 16:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mamuju – Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Salim S Mengga, mengirim pesan tegas dan tanpa kompromi kepada seluruh investor, khususnya di sektor pertambangan. Pemerintah Provinsi Sulbar membuka pintu selebar-lebarnya untuk investasi, namun garis merahnya jelas: lingkungan tidak boleh jadi korban.

Pernyataan itu disampaikan dalam program spesial RRI bertajuk Wagub Menyapa, Sabtu, 6 Desember 2025. Menanggapi pertanyaan warga bernama Erna soal pengawasan investasi, Salim menegaskan bahwa komitmen kemudahan investasi tidak berarti pemerintah menutup mata terhadap risiko kerusakan alam.

“Kita berikan kemudahan, tetapi tetap selektif. Tambang pasir dan lainnya wajib melalui analisis lingkungan terlebih dahulu,” tegasnya.

Salim menilai keberadaan investor memang penting untuk mendorong PAD. Namun, pemerintah tidak akan mengorbankan keberlanjutan lingkungan demi angka pendapatan. Ia mengingatkan, banyak daerah di Indonesia menanggung bencana ekologis akibat aktivitas tambang yang tidak terawasi.

Karena itu, Pemprov Sulbar mewajibkan setiap perusahaan tambang menyediakan jaminan reklamasi, termasuk berupa jaminan bank, sebagai bentuk tanggung jawab bila terjadi kerusakan.

“Harus ada jaminan bahwa reklamasi berjalan. Ini yang kita inginkan,” ujarnya.

Lebih jauh, Salim menegaskan pengawasan akan diperketat. Bila ditemukan kerusakan, perusahaan wajib melakukan pemulihan. Dan bila tidak patuh, pemerintah siap mengambil langkah tanpa kompromi.

“Alam tidak boleh rusak sekalipun kita butuh anggaran. Saya dan Pak Gubernur tidak segan mencabut izin.”

Di hadapan pendengar RRI, Salim juga membuka sikap pribadinya dalam menjaga integritas. Ia memastikan tidak memiliki kedekatan dengan pengusaha tambang mana pun, apalagi menerima pemberian yang dapat melemahkan posisinya sebagai pejabat publik.

“Saya tidak mau dijadikan mainan. Begitu menerima pemberian, kita jadi lemah,” ujarnya.

Ia bahkan menceritakan pengalamannya saat diundang makan malam oleh seorang pengusaha besar di Jawa Tengah. Alih-alih menerima jamuan, ia justru meminta ajudannya menyiapkan uang untuk membayar makanannya sendiri—sebuah sikap yang ia sebut sebagai bentuk menjaga marwah jabatan.

Dengan pernyataan tegas tersebut, Wagub Salim S Mengga menegaskan arah kebijakan Pemprov Sulbar: investasi boleh masuk, kesejahteraan harus meningkat, tetapi keselamatan lingkungan adalah harga mati.

Berita Terkait

Mulai 25 Oktober, Wings Air Terbang Pagi dari Mamuju, Koneksi ke Makassar Makin Mudah
PAW Anggota DPRD Pasangkayu Dibahas, Biro Kesra Sulbar Pastikan Proses Sesuai Aturan
Biro Pemkesra Sulbar Gembleng 60 Pemuda Masjid, Perkuat Mental dan Spiritual Generasi Muda
Bapenda Sulbar Gandeng Bank Sulselbar, ASN Kini Punya Opsi Kredit untuk Bayar Pajak Kendaraan
Sulbar Tembus 6 Besar Nasional Digitalisasi Perlinsos, 73.230 KK Sudah Terdata
Bapenda Sulbar Gencarkan Pengawasan Rokok Ilegal, Pedagang Diimbau Waspada!
Lawan Penipuan Digital, Pemprov Sulbar Luncurkan Scam Ready ASEAN!
Sulbar Jajaki Kerja Sama dengan Amerika Serikat, Pendidikan dan Kesehatan Jadi Prioritas
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Mulai 25 Oktober, Wings Air Terbang Pagi dari Mamuju, Koneksi ke Makassar Makin Mudah

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:02 WIB

PAW Anggota DPRD Pasangkayu Dibahas, Biro Kesra Sulbar Pastikan Proses Sesuai Aturan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:59 WIB

Biro Pemkesra Sulbar Gembleng 60 Pemuda Masjid, Perkuat Mental dan Spiritual Generasi Muda

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:38 WIB

Bapenda Sulbar Gandeng Bank Sulselbar, ASN Kini Punya Opsi Kredit untuk Bayar Pajak Kendaraan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:35 WIB

Sulbar Tembus 6 Besar Nasional Digitalisasi Perlinsos, 73.230 KK Sudah Terdata

Berita Terbaru