MAMUJU — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat kembali mencatatkan langkah berani dalam tata kelola birokrasi. Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama tahap wawancara yang digelar Senin (15/12/2025) di Aula Ansi Depu Lantai III Kantor Gubernur Sulbar, dilaksanakan secara terbuka dan disiarkan langsung (live) melalui sejumlah platform media sosial.
Proses wawancara dipimpin langsung oleh Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka, didampingi Wakil Gubernur Salim S Mengga dan Sekretaris Daerah Provinsi Junda Maulana. Tidak seperti seleksi pejabat pada umumnya yang berlangsung tertutup, kali ini publik diberi ruang luas untuk menyaksikan langsung bagaimana para calon pejabat OPD diuji kapasitas, kompetensi, hingga visi kepemimpinannya.
Langkah ini sontak menuai respons positif dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari tokoh pemuda Sulawesi Barat, Ashari Rauf. Sekretaris DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulbar itu menilai kebijakan Pemprov Sulbar sebagai terobosan besar dalam sejarah seleksi birokrasi daerah.
“Langkah Pemprov Sulbar ini luar biasa. Ini baru pertama kali terjadi. Saya mengikuti langsung proses seleksi melalui tayangan live di media sosial. Menurut saya, ini terobosan dan inovasi yang patut diapresiasi,” ujar Ashari.
Ia menegaskan, metode wawancara yang disiarkan secara langsung merupakan bentuk nyata keterbukaan pemerintah kepada publik. Masyarakat, kata dia, dapat menilai secara objektif kualitas, kapasitas, serta kompetensi para calon pejabat yang akan mengisi jabatan strategis di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Dengan sistem live ini, publik bisa melihat langsung siapa yang layak dan pantas. Ini bukti keseriusan Pemprov Sulbar dalam membangun birokrasi yang profesional, transparan, dan berintegritas,” tegasnya.
Ashari juga menilai, langkah progresif tersebut layak dijadikan contoh oleh daerah lain di Indonesia, termasuk pemerintah kabupaten se-Sulawesi Barat, dalam melaksanakan seleksi pejabat OPD ke depan.
“Model seleksi seperti ini bisa menjadi role model nasional. Bukan hanya di tingkat provinsi, tapi juga bisa diterapkan di kabupaten se-Sulbar agar proses rekrutmen pejabat benar-benar bersih dan akuntabel,” tambahnya.
Lebih jauh, alumni terbaik dan terinspiratif Lemhanas Sulbar 2019 itu menyebut keterbukaan seleksi JPT tidak lepas dari gaya kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S Mengga yang dikenal terbuka dan responsif terhadap aspirasi publik.
“Kita tidak heran. Gaya kepemimpinan Pak Gubernur dan Wagub memang sangat terbuka. Ini menunjukkan komitmen kuat bahwa pejabat yang dipilih harus benar-benar kompeten, berkapasitas, dan siap bekerja untuk rakyat,” pungkas Ashari.
Dengan seleksi JPT yang disiarkan secara live, Pemprov Sulbar dinilai telah menegaskan komitmennya menghadirkan birokrasi modern, transparan, dan berorientasi pada kualitas, sekaligus membuka babak baru reformasi birokrasi di Bumi Tanah Malaqbi.










